PANGANDARAN – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Cabang Jawa Barat (PHRI Jabar) akan menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di kawasan wisata Pantai Pangandaran, pada 18, 19, 20 Januari 2023.
Kegiatan tersebut akan diikuti BPC PHRI dari 25 kabupaten/kota dan rencananya akan dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Ketua BPC PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana mengatakan, target capaian hunian hotel pada akhir tahun 2022 kemarin, ternyata tidak sesuai seperti yang diharapkan oleh para anggota PHRI Jabar.
Biasanya, kata Dia, sebelum pandemi, jika menghadapi natal dan tahun baru (nataru), hunian hotel di Pangandaran akan ada kenaikan signifikan, bahkan bisa hingga lebih 70 persen. Namun, kenyataannya, kondisi pertumbuhan hunian belum bisa terjadi.
Membangkitkan animo masyarakat untuk berkegiatan seperti di sebelum pandemi saat ini bukanlah hal mudah karena banyak faktor saat ini yang menjadi pertimbangan para wisatawan untuk singgah dan berlibur di tempat seperti biasanya.
Dengan melihat catatan tahun lalu, kondisi seperti tersebut tidak bisa berlarut-larut. Sektor pariwisata adalah sektor yang paling terdampak dengan dibatasinya masyarakat untuk berkegiatan di luar. Terutama hal ini dirasakan oleh para pengusaha hotel dan restoran.
“Tanggal 18, 19, 20 Januari 2023 itu ada acara rakerda PHRI Jawa Barat di Pangandaran dan acara tersebut sangat sangat penting sekali bagi PHRI. Mengapa penting? Karena selama 2.5 tahun kita mengalami masa-masa yang sulit,” ungkap Agus.
Menurutnya, kegiatan rakerda di Pangandaran, adalah salah satu upaya promosi wisata untuk meyakinkan pihak luar bahwa Pangandaran aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan.
“Nah, kegiatan tersebut harus dilakukan dengan kegiatan mandiri karena kita paham bahwa untuk kegiatan yang kita lakukan, pemerintah terbatas dalam anggarannya,” tutur Agus.
Agus pun menerangkan selain kegiatan di atas, PHRI Jabar pun melakukan kerja sama dengan Jasa Raharja di mana nantinya Jasa Raharja akan memberikan jaminan kepada tamu hotel dan restauran, bahwa mereka jika menginap di hotel itu aman, diberikan asuransi.
“Di dalam rakerda nanti, kita membahas apa yang harus kita lakukan di masa mendatang, nasib kita kepada pemerintah, kepada gubernur Jawa Barat. Apa rekomendasi kita kepada ketua BPP PHRI, apa masukan masukan kita untuk Pangandaran,” ucapnya.
“Kenapa kita memilih rakerda di Pangandaran? Karena kita peduli dan kepedulian ini kita sampaikan pemikiran kepada Gubernur dan Bupati Pangandaran,” terangnya.
Dengan kegiatan rakerda Jabar di Pangandaran, ungkap Agus, diharapkan dapat memberikan keyakinan langsung kepada peserta bahwa Pangandaran aman dan nyaman untuk dikunjungi.
“Kita memahami, nggak bisa hanya Pemda saja memikirkan pariwisata, PHRI pun tidak bisa jalan sendiri. Semua stakeholder harus bergerak bersama,” tegas Agus.***





