Indeks
Gadget  

Dituding Jual iPad Ilegal, Ini adalah Jawaban Baim Wong

Dituding Jual iPad Ilegal, Ini adalah adalah Jawaban Baim Wong

SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – Baim Wong kembali menjadi perbincangan setelahnya mendapat tuduhan jualan barang impor, yakni perangkat iPad, secara ilegal. Kontroversi itu muncul ketika mengirimkan perangkat yang dimaksud seharga Rp1 juta.

Namun, Baim Wong membantah jual secara ilegal lantaran seluruhnya telah resmi terdaftar. Sedangkan alasannya memasarkan iPad yang dimaksud sangat jauh di area bawah tarif pasaran, ia mengaku cuma ingin membantu yang dimaksud membutuhkan.

“Tergantung orang lain belaka mau ngomongnya seperti apa. Kalau kita kan, apa yang dimaksud kita lakukan itu kan tahu sendiri, kalau gak ada izinnya gak kemungkinan besar lah. Saya juga bingung itu dapetnya dari mana,” kata Baim disitir dari kanal YouTube Intens Investigasi.

“Cuman kalau tanpa peringatan jatuhnya kita meresahkan orang, yang tersebut niatnya mau membantu, ya gak dipaksain. Jadi buat saya terkadang bingung apa yang dimaksud kita niatin kadang-kadang gak sesuai,” sambungnya.

Baim Wong merasa heran berbagai yang dimaksud mensalahartikan maksudnya di berjualan iPad dengan biaya murah. Untuk itu, dirinya menunda untuk memasarkan iPad, dan juga akan melanjutkannya jikalau kondisi telah terkendali.

“Cuman kadang-kadang saya juga bingung, sekali digoreng itu ramai. Kok jadi begini ya. Tapi akhirnya saya sadar kalau misalkan meresahkan ya mending gak usah. Tapi banyak juga yang tersebut pengen tetep live. Nanti kita lihat lah,” ujarnya.

“Kalau misal nanti ada live, pasti kita kabarin lagi. Sementara sejumlah banget yang mana pengen live. Nanti kita kabarin lagi lah,” tambah Baim.

Soal asal-usul iPad tersebut, Baim Wong mengaku mendapatkannya dari rekannya dan juga membantu menjualnya. Namun, sebelum memutuskan untuk menjualnya, ia mengaku telah lama menelusuri dari mana iPad yang dimaksud didapatkan.

“Saya tuh yang menjual, jadi ada partner saya juga, ada temen saya. Saya pasti menelusuri benar atau enggak, oleh sebab itu kan pakai nama saya juga. Saya gak mau terjadi yang mana salah-salah nantinya,” ungkapnya.

Mengenai pemberitaan yang tersebut menghasilkan mejelekkan namanya. Padahal, sebelum menghasilkan berita yang dimaksud sanggup dikonfirmasi terlebih dahulu. Menurutnya, hal yang dimaksud bisa saja menjadi sebuah fitnah juga dapat melanggar hukum.

“Jadi gini, itu semua resmi. Yang paling disayangkan dari semuanya adalah pada waktu berita itu muncul, kenapa tiada ditanyakan dulu? Memangnya saya pembeli pertama? Kenapa saya yang digunakan dibilang bukan membayar? Hal ini yang paling disayangkan ya. Hal ini jadi fitnah juga,” ucapnya.

Sumber: Sindonews

Exit mobile version