Dari Ratusan Hotel dan Pondok di Pangandaran, Baru 11 yang Tersertifikasi

Pangandaran Di Kabupaten Pangandaran tercatat ada 311 hotel dan pondok. Namun baru 11 yang mengurus standarisasi dan sertifikasi.

Padahal tersebut merupakan amanat Undang- Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, bahwa setiap hotel dan restauran yang ada Indonesia harus memenuhi standarisasi dan sertifikasi.

Ketentuan tersebut juga dipertegas melalui Peraturan Pemeritah nomor 52 tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikat Usaha di Bidang Pariwisata dan Peraturan Menteri Pariwisata nomor 18 tahun 2016 tentang Pendaftaran Usaha Pariwisata.

Kepala Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran Dadang Engkos menjelaskan, di Pangandaran geliat kesadaran pengusaha untuk mensertifikasi hotelnya terus tumbuh.

“Awalnya cuma 3, sekarang 11 yang sudah tersertifikasi dari jumlah total 311 hotel dan pondokan yang ada,” ungkap Dadang dikantornya, Selasa (4/9/2018).

Kesebelas yang sudah tersertifikasi, lanjut Dadang, di antaranya dua hotel di Batukaras, delapan di Pangandaran dan satu pondokan di Karapyak.

“Pondokan ini adalah pemecah rekor karena pertama kali di Indonesia yang mensertifikasikan pondok,” tutur Dadang.

Baca juga:  Aksi Cabut Paku di Pohon di Pangandaran, Terkumpul 5 Kilogram

Diakhir percakapan, Dadang berharap para pengusaha hotel dan pondokan untuk segera melakukan sertifikasi supaya kelaikannya mempunyai kejelasan yang mendasar.

“Ya kan sertifikasi ini menjadi dasar dari layak dan tidak struktur bangunannya, IPAL-nya, kesehatannya berikut juga pelayanannya,” ujar Dadang.