Eeng (36) warga Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, memiliki keahlian menangkap lobster dengan cara menyelam di perairan laut.

Dia menekuni aktivitas menyelam untuk menangkap lobster hampir sepuluh tahun lamanya, tanpa menggunakan peralatan khusus.

“Saya mengambil lobster dengan cara tradisional tanpa menggunakan alat modern,” kata Eeng, Rabu (21/10/2021).

Eeng menambahkan, hampir setiap pagi dia bersama salah satu temannya berangkat menyelam di pantai Batukaras.

“Kami sudah tahu lokasi mana yang terdapat lobster dan waktu yang tepat untuk mengambilnya,” tambah Eeng.

Dijelaskan Eeng, keberangkatannya cukup membawa kantong anyaman yang terbuat dari nilon untuk penampungan lobster.

“Setelah kantong anyaman nilon terisi penuh kami mendarat dan menabur lobster hasil tangkapan dengan pasir,” jelasnya.

Menurutnya, harga jual lobster di tingkat pengepul Rp400 ribu per kilogram.

“Setiap berangkat kami biasanya menghasilkan tangkapan kisaran 8 kilogram,” papar Eeng.

Jika kondisi air sedang bagus atau tidak deras, Eeng biasanya berhasil menangkap lobster hingga 12 kilogram.

“Risiko mengambil lobster dengan cara tradisional sangat tinggi, maka perlu hati-hati, jika air laut sedang besar lebih baik tidak berangkat,” pungkasnya.***