Cegah Stunting dan Anemia, Nutrisionis RSUD Pandega Pangandaran Bagikan Kiat Gizi Seimbang untuk Siswa
PANGANDARAN – Masa sekolah merupakan periode pertumbuhan pesat di mana asupan nutrisi memegang peranan krusial dalam pembentukan fisik dan perkembangan otak anak. Memastikan anak mendapatkan gizi yang tepat bukan sekadar kenyang, melainkan investasi agar mereka tumbuh cerdas, aktif, dan sehat.
Hal tersebut mengemuka dalam program edukasi kesehatan NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) yang digelar pada Kamis (29/01/2026). Dalam sesi bertajuk “Gizi Seimbang Untuk Anak Tumbuh Cerdas, Aktif dan Sehat”, Nutrisionis RSUD Pandega Pangandaran, Ijni Kusmuliya, A.Md. Gz, membedah konsep dasar hingga pilar utama pemenuhan gizi bagi siswa sekolah dasar.
Empat Pilar Gizi Seimbang
Ijni menekankan bahwa gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang tepat sesuai kebutuhan tubuh. Untuk mencapainya, terdapat empat pilar utama yang harus diperhatikan:
- Mengonsumsi Aneka Ragam Pangan: Tidak ada satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi secara lengkap, sehingga variasi sangat penting.
- Membiasakan Perilaku Hidup Bersih: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat krusial agar penyerapan nutrisi tidak terganggu oleh penyakit.
- Melakukan Aktivitas Fisik: Bergerak aktif membantu metabolisme tubuh dan menjaga kebugaran.
- Memantau Berat dan Tinggi Badan: Melakukan pengukuran rutin secara berkala membantu mendeteksi kecukupan nutrisi anak.
Komposisi Piring Makan yang Ideal
Dalam paparannya, Ijni menjelaskan bahwa piring makan anak idealnya harus berwarna-warni sebagai indikator variasi nutrisi. Komposisi tersebut meliputi:
- Sumber Karbohidrat: Nasi, jagung, kentang, atau roti sebagai energi utama untuk menunjang aktivitas belajar.
- Sumber Protein (Lauk-Pauk): Protein hewani (ikan, ayam, telur) dan nabati (tempe, tahu) diperlukan untuk pertumbuhan serta imunitas.
- Vitamin dan Mineral (Sayur & Buah): Sayur dan buah berfungsi mengatur proses tubuh dan menjaga kekebalan.
- Hidrasi yang Cukup: Anak disarankan minum air putih minimal 6 hingga 8 gelas per hari untuk menjaga konsentrasi.
Dampak Buruk Gizi Kurang
Nutrisionis RSUD Pandega ini juga memperingatkan dampak jika anak tidak mendapatkan asupan sehat secara konsisten. Defisit nutrisi dapat menyebabkan anak mudah lelah karena kekurangan energi, sering mengantuk di kelas, hingga penurunan daya ingat dan fokus yang menghambat kemampuan memahami materi pelajaran.
Selain itu, asupan kalsium dan vitamin D sangat diperlukan untuk pertumbuhan tulang, sementara zat besi penting untuk mencegah anemia pada anak sekolah.
Pesan Kunci: “3 Biasa & 3 Batasi”
Sebagai langkah praktis, Ijni mengajak para siswa dan orang tua untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat melalui pesan kunci:
- 3 Biasa: Membiasakan sarapan, rutin minum air putih, dan membawa bekal sehat dari rumah.
- 3 Batasi: Membatasi konsumsi minuman manis, makanan asin atau berlemak, serta menghindari kebiasaan ngemil yang tidak terkontrol.
Dengan asupan nutrisi yang terjaga setiap hari, diharapkan anak-anak di Pangandaran dapat tumbuh tinggi, kuat, dan memiliki konsentrasi belajar yang lebih hebat.


