Indeks

Cara Mudah Bangun Kepercayaan Diri Si Kecil

DIAJARI Disiplin dan mandiri sejak kecil belum tentu meningkatkan rasa percaya diri anak Anda. Apalagi di zaman serba bisa budaya hectic dan persaingan sumber daya manusia (SDM) yang semakin ketat, tampaknya kecerdasan dan keterampilan belum cukup untuk membuat anak mampu bersaing dengan teman sebayanya.

Perlu juga rasa percaya diri agar anak anda tidak minder saat melihat seseorang mencapai sesuatu terlebih dahulu, dan yang terpenting anak anda tidak menyerah saat tidak mencapai sesuatu.

Baca juga:

Nutrisi ekstra membantu anak-anak dengan masalah makan tumbuh sepenuhnya

Berdasarkan pikiran kekanak-kanakanPadahal, membangun rasa percaya diri anak tidaklah sulit. Sayangnya, masih banyak orang tua yang melakukan kesalahan kecil yang berdampak besar pada penerapan pendidikan pada anaknya. Alhasil, kesalahan kecil ini secara terang-terangan membangun karakter anak menjadi seseorang yang lebih memilih mundur dan senang dalam posisi pas-pasan.

Dukunglah minat, bakat dan potensi yang ada pada anak sejak dini. (Foto: Pixabay/1103997)

Bahkan tidak jarang anak-anak tumbuh dewasa dan tidak ingin hidup jauh dari orang tuanya, mereka hanya ingin tinggal selamanya”mendukungkarena sekali lagi, kurang percaya diri. Tetap saja, Anda bisa meningkatkan kepercayaan dirinya dengan cara ini, misalnya:

1. Jadilah teladan

Ayah dan ibu siapa yang masih menangis atau marah-marah di depan anaknya? Meski mengungkapkan isi hati merupakan proses bagi anak untuk belajar memahami dan mengendalikan kondisi emosinya, bukan berarti ayah dan ibu sering menunjukkan emosi secara berlebihan di depan anak.

Sebaliknya, berikanlah teladan yang baik dengan selalu tabah dalam menghadapi masalah dan cobaan. Tunjukkan pada anak Anda bahwa setiap masalah ada solusinya. Sesekali menangis atau marah itu wajar karena kita adalah manusia yang pasti punya perasaan. Namun juga memberikan contoh bagaimana orang dewasa dapat mengendalikan diri dan memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi permasalahan hidup.

2. Biarkan anak melakukan kesalahan

Anak membuat kesalahan kecil dan langsung dihukum. Anak itu sedikit menyimpang dari aturan rumah dan langsung dimarahi. Setelah sekian lama, anak-anak akan merasa tidak aman dengan diri mereka sendiri ketika mereka tumbuh dewasa. Anak-anak harus dibiarkan sendiri ketika mereka melakukan sesuatu yang salah.

Namun, bukan berarti dirilis tanpa aturan. Ketika anak melakukan kesalahan atau gagal mencapai sesuatu, sebaiknya orang tua jangan langsung marah, tetapi biarkan anak menerima resiko dan akibat dari perbuatannya sendiri.

Inilah trik yang harus dimainkan orang tua. Ketika anak melakukan kesalahan dan sudah menerima akibatnya, orang tua perlu turun tangan dan membimbing anak untuk secara bertahap mengungkapkan mana yang salah dan mana yang benar. Dan jangan lupa beri tahu anak Anda bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Ketika mereka tumbuh dewasa, anak-anak tidak akan ragu untuk mengambil resiko dan mencari pengalaman baru karena mereka mengerti bahwa kesalahan dan kegagalan adalah pelajaran terbaik untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Baca juga:

Bahayanya, mother almond memicu gangguan makan pada anak

Terkadang, kehilangan atau membuat kesalahan adalah pelajaran terbaik dalam hidup anak Anda. (Foto: Pixabay/luvmybry)

3. Dorong anak untuk mencoba hal baru

Ada banyak kegiatan bermanfaat dan menyenangkan yang bisa dilakukan keluarga, terutama untuk merangsang saraf sensorik dan motorik anak Anda. Orang tua bisa mulai mendaftarkan anaknya di sekolah Montessori yang notabene menawarkan berbagai aktivitas seru dan berbeda setiap harinya.

Meski tanpa sekolah khusus, ayah dan ibu bisa mengajak anaknya melakukan banyak aktivitas baru, seperti belajar menerbangkan layang-layang, pergi ke kebun binatang, mencoba melukis atau sekedar berenang di kolam karet. Banyaknya aktivitas yang dilakukan putra Anda tentunya menambah pengalaman dalam hidupnya, membuatnya menjadi sosok yang percaya diri karena sejak kecil ia telah menjalani banyak cerita seru bersama orang tuanya.

4. Dukung minat

Masih banyak orang tua yang bangga mengakui kesalahannya dalam memaksakan bunga kepada anaknya. Wajar jika seorang ayah dan ibu berharap anaknya menjadi dokter, pilot, atau pekerjaan bergengsi lainnya. Namun pemaksaan yang berlebihan juga akan membuat anak merasa tidak aman karena menganggap pilihannya kurang penting dan berharga.

Ketika anak-anak terlihat lebih tertarik pada seni, seperti musik, mereka mendukung aspirasi mereka sehingga anak-anak merasa bahwa pilihan mereka dihargai, sehingga mereka secara tidak langsung bertanggung jawab atas pilihan mereka ketika dewasa nanti. (Berbaris)

Baca juga:

Nyeker bisa menambah nafsu makan anak anda



Source link

Exit mobile version