Indeks

Cara Kerja Mesin Hybrid Suzuki Grand Vitara

KabarOto.com – Suzuki Grand Vitara baru dirilis pada IIMS 2023. Mobil ini dibekali teknologi hybrid dari Suzuki bernama Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

Teknologi SHVS dibangun dengan kombinasi integrated starter generator (ISG) dan perangkat baterai lithium-ion. Jadi bagaimana cara kerja mesin hybrid?

Suzuki Grand Vitara menggunakan mesin baru berkode K15C Dual Jet berkapasitas 1.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga 101 hp pada 6.000 rpm dan torsi 136,8 Nm. Mesin ini dipadukan dengan transmisi otomatis 6 percepatan.

Baca juga: Suzuki Tawarkan Promo Menarik Beli Suku Cadang Selama IIMS 2023

Suzuki Grand Vitara menggunakan mesin baru berkode K15C Dual Jet berkapasitas 1.500 cc

“Secara umum teknologi SHVS pada Suzuki Grand Vitara sama dengan Ertiga. Ada fitur start-stop, engine assistance, juga ada konversi energi yang mengisi baterai saat melambat. Secara keseluruhan, teknologinya sama”, ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Sistem hybrid SHVS membuat pengalaman berkendara lebih baik, hemat bahan bakar, ringan dan kompak. Oleh karena itu, sangat ideal untuk mobil kompak. Teknologi ini disebut juga dengan Mild Hybrid, dimana kehadiran ISG pada SHVS berfungsi sebagai penggerak, menggantikan alternator konvensional.

Tenaga yang dihasilkan ISG dapat menghidupkan kembali mesin dan membantu akselerasi, sehingga hasilnya dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Baca Juga: Profil Suzuki Grand Vitara, Kembalinya Sang Legenda

Desain Suzuki Grand Vitara serba baru

ISG digunakan untuk menyalakan mesin kembali, suara yang dihasilkan menjadi lebih senyap dan halus. SHVS menggunakan baterai Li-Ion yang ringan dan ringkas yang dirancang untuk masa pakai yang lama.

Selama deselerasi, tenaga yang dihasilkan oleh ISG disimpan dan digunakan kembali bila diperlukan untuk membantu mesin.

Sistem SHVS diaktifkan saat pedal kopling ditekan saat mesin berhenti otomatis dan motor penggerak ISG menghidupkan kembali mesin. Penggerak sabuk akan menghasilkan pengaturan ulang yang halus dan senyap tanpa kebisingan.

Selama akselerasi, listrik yang tersimpan selama deselerasi akan memicu mesin untuk membantu mesin dan meningkatkan efisiensi bahan bakar, meningkatkan performa kendaraan.

Exit mobile version