BELALAI gajah terbang tinggi, memetik daun dan dahan dari pohon untuk dimakan. Sekalipun daun dan rantingnya hilang, kegiatan ini benar-benar dapat menyelamatkan bumi.
“Gajah memakan banyak daun dari pohon dan menyebabkan banyak kerusakan dengan memakannya. Mereka akan merobek daun dari pohon, merobek seluruh cabang, atau mencabut pohon muda saat mereka makan. Data kami menunjukkan bahwa sebagian besar kerusakan ini terjadi pada pohon rendah karbon, dan dengan menghilangkan bagian ini, ada lebih sedikit pesaing dari pohon besar,” kata Stephen Blake, asisten profesor biologi di Saint Louis University.
BACA JUGA:
Memperingati Hari Gajah Sedunia, berikut 4 fakta menarik tentang hewan berhidung panjang tersebut
ScienceDaily melaporkan bahwa beberapa pohon di hutan memiliki jenis kayu ringan dan kayu berat. Keduanya memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang berbeda. Kayu ringan memiliki kerapatan karbon rendah, sedangkan kayu berat memiliki kerapatan karbon tinggi. Pohon dengan kerapatan karbon rendah tumbuh dengan cepat, menjulang di atas tanaman dan menghalangi pohon lain dari sinar matahari. Sedangkan pohon dengan kerapatan karbon tinggi tumbuh lambat, membutuhkan lebih sedikit sinar matahari dan dapat tumbuh di tempat teduh.
Kehadiran hewan herbivora, terutama gajah, mempengaruhi ketidakseimbangan antara kayu ringan dan berat. Dengan menghilangkan kayu ringan, gajah secara tidak langsung membantu kayu berat mendapatkan lebih banyak cahaya, ruang, dan nutrisi dari tanah menjadi lebih subur. Lagi pula, yang menopang kayu ringan (cabang dan daun) adalah kayu berat. Jika kayu yang berat tidak mendapat nutrisi yang cukup, maka keberadaan kayu yang ringan akan terancam.
Dalam temuan yang dipublikasikan di Prosiding National Academy of Sciences (PNAS), peneliti melaporkan bahwa gajah memainkan peran penting dalam menciptakan hutan yang menyimpan lebih banyak karbon di atmosfer. Mereka juga melindungi keanekaragaman hayati, terutama hutan di Afrika.
BACA JUGA:
Gajah Afrika diperkirakan akan punah pada tahun 2040
Ketika gajah terancam punah, hutan hujan Afrika tengah dan barat, yang menempati peringkat hutan hujan terbesar kedua di dunia, akan kehilangan 6% hingga 9% kemampuannya untuk menangkap karbon di atmosfer. Keadaan ini akan memperparah pemanasan global.
“Gajah itu seperti tukang kebun di hutan. Mereka (secara tidak langsung) menanami hutan dengan pohon-pohon dengan kerapatan karbon tinggi dan menghilangkan ‘gulma’ yang merupakan pohon-pohon dengan kerapatan karbon rendah. Mereka melakukan pekerjaan yang hebat untuk menjaga keragaman hutan,” pungkas Blake.(km)
BACA JUGA:
Bakso Daging Gajah Purba
