Calon Jamaah Haji Dukung Firli Maju Capres Benahi Pengelolaan Dana Haji

MerahPutih.com – Sejumlah calon jemaah haji di Kecamatan Panji, Situbondo, menyatakan mendukung Ketua KPK Firli Bahuri untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden (calon) pada Pemilu 2024. Kenaikan biaya haji.
Salah satu perwakilan rombongan calon jemaah haji, Adam Syafiudin, menilai Firli Bahuri berhasil membereskan kisruh pengelolaan biaya haji yang masih kontroversial meski telah disepakati kesepakatan senilai Rp49,8 juta.
“Pengelolaan biaya haji harus dibenahi dulu kata Pak Firli, negara rugi Rp 160 Miliar, itu haji 2019, tahun sebelumnya bagaimana? Ini yang harus diperbaiki dulu” kata Adam Syafiudin dalam siaran pers , Selasa (28/2).
Baca juga:
Otoritas Penerbangan Arab Saudi Jamin Kertajati Siap Layani Penerbangan Haji
Biaya yang disepakati untuk haji tahun 2023 adalah Rp. 49,8 juta, yang masih sangat tinggi. Apalagi jika melihat lebih jauh biaya penerbangan yang disepakati dengan Garuda Indonesia sebesar Rp 32 juta. Biaya item penerbangan terlalu tinggi.
Dengan biaya penerbangan itu konyol. Karena biaya umrah yang sekitar 30 juta sudah termasuk akomodasi dan biaya lainnya. Pertanyaannya, kenapa biaya haji meroket, padahal maskapai Garuda itu milik BUMN.
“Begitu mahalnya biaya penerbangan menggunakan Garuda, perlu dilelang secara terbuka agar maskapai asing bisa ikut menyelenggarakan haji Indonesia untuk menekan biaya haji,” kata Adam.
Karena itu, ia meminta Firli dan KPK dengan fungsi pencegahan membenahi tata kelola biaya haji yang merugikan calon jemaah haji. Firli dan KPK diperkirakan turun tangan untuk mengawal pelaksanaan haji Indonesia.
“Tidak ada dana haji yang bisa dikorupsi apalagi dicap satu rupiah, jangan main-main dengan dana umat. Negara harus ada untuk rakyatnya,” ujarnya.
Baca juga:
Tanggapan Ridwan Kamil Terhadap Ibadah Haji 2023
Selanjutnya jika nanti disepakati juga bahwa biaya tersebut harus dibayarkan 3 bulan sebelum keberangkatan atau 1 bulan kedepan. Calon jemaah jelas sangat memberatkan.
Karena itu, dia setuju dan mendukung rekomendasi kajian KPK yang meminta pemerintah meningkatkan efisiensi pengelolaan haji, termasuk meningkatkan kinerja investasi dan mengalokasikan dana haji untuk meningkatkan nilai manfaat.
“Kalau semua kenaikan biaya itu tidak ditanggung jemaah, BPKH juga harus mencarikan solusinya,” ujarnya.
Sementara itu, tambah Sugiyanto Khairuddin, calon haji lainnya, partainya menyatakan mendukung Firli untuk mencalonkan diri di Pilpres 2024 agar bisa memperbaiki pengelolaan belanja haji.
“Jemaah yang sudah lama menyetor khawatir tidak bisa membayar ekstra karena terlalu besar, jadi kami sepakat untuk mengungkapkannya,” katanya.
Firli selaku ketua KPK memiliki kemampuan untuk menyelesaikan sengketa kenaikan biaya haji yang telah disepakati antara Kementerian Agama dan DPR RI, agar tidak ada korupsi dalam pelaksanaannya.
“Kami mendukung kerja KPK, sejak dulu kami juga sepakat mendukung presiden KPK dalam pemilihan presiden untuk membunuh para koruptor,” ujarnya.
Secara khusus, ia mendesak Firli untuk mengawasi secara ketat pengelolaan dana haji dan mengungkap dugaan korupsi yang telah melumpuhkan keuangan negara.
“Karena tidak semua orang yang naik haji itu kaya, ada yang hasil tabungan seumur hidup, hasil kerja keras, hasil jual segala macam tanah. KPK harus memastikan tidak ada korupsi,” pungkasnya. (Lb)
Baca juga:
Pemerintah terus meningkatkan pelayanan dengan biaya haji Rp 90 juta per jamaah
