UNTUK MENGATAKAN tentang kesepian batin HausPenyanyi Caldera terus menceritakan kisah yang hangat dan manis dalam lagu terbarunya Dia harus pada awal Mei 2023. Penyanyi dan penulis lagu yang menjanjikan ini menyambut dan memikat pendengarnya melalui alam melodinya, dengan kesederhanaan dan simpati dasar Melayu.

“Lagu Dia harus itu adalah pekerjaan spontan. Kalau memikirkan kehilangan dan cinta lama yang hilang, menurut saya itu adalah proses yang tidak bisa dihindari,” ujar Caldera dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Senin (5/8).

Baca juga:

The Panturas menghadirkan video animasi terbaru


Selain itu, dalam musiknya, Caldera berharap menemukan bagian dari seseorang di akhir setiap cerita. Tidak masalah siapa yang paling menyakiti Anda, Anda harus melaluinya dengan keras.

Dia harus itu adalah lagu tentang melepaskan, dan bagaimana itu bisa menjadi hal tersulit yang bisa dilakukan siapa pun, tetapi pada akhirnya, itu hidup untuk yang terbaik,” lanjut Caldera.

Apalagi Caldera sudah menjadi penggemar temannya Bilal Indrajaya, juga seorang penyanyi dan penulis lagu. “Terutama suaramu. Sangat santai dan terdengar tradisional.”

Mereka akhirnya bertemu di sesi rekaman untuk proyek lain, dan saat itulah dia memintanya untuk bergabung dengannya di trek. “Dia lucu. Senang sekali dia mengatakan ya.”

Baca juga:

Gangga terjebak dalam ‘Dreamin’ of You’


Sedangkan Caldera menunjuk Heston Prasetyo sebagai produser yang tampak sangat bersemangat menggarap produksi musiknya.

“Pengalamannya sangat seru karena kita bisa menggunakan instrumen lama. Mikrofon yang kami gunakan berkarat dan tidak akan digunakan dalam perekaman umum karena tidak memenuhi standar. Tapi untuk lagu ini, sangat masuk akal untuk mengikutinya. Instrumen juga membawa Anda kembali ke waktu tertentu,” jelas Heston.

‘Dia harus’ itu adalah lagu yang mengatakan banyak hal tanpa banyak bicara. Ini memungkinkan pendengar untuk memasukinya sendiri, berenang melewatinya, dan duduk bersamanya, memegang tangannya dari awal hingga akhir. Bagi Caldera, secara sonik membawanya kembali ke akar dan masa kecilnya.

“Saya ingat ayah saya selalu bermain musik di rumah. Senar selalu mengingatkanku pada rumah. Semuanya sangat sederhana, tapi tetap ada,” jelasnya. (jauh)

Baca juga:

Yovie Widianto berhasil membuat ‘Billion Songs Confest’ penuh haru dan bahagia



Source link