Bupati Jeje Wiradinata, Transparan Sampaikan Kinerja Pemerintah Kabupaten Pangandaran

SEPUTARPANGANDARAN.COM, PANGANDARAN – Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata secara terbuka menyampaikan hasil Kinerja Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Ekspos transparansi program dan kegiatan itu dilaksanakan, di Ballroom Hotel Laut Biru Pangandaran, Rabu 6 Desember 2023.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan audien dari berbagai elemen masyarakat, Organisasi Kemasyarakatan dan perwakilan Organisasi Kepemudaan di Kabupaten Pangandaran.

“Tujuan dari kegiatan ekspose dimaksud adalah bagian dari transparansi program dan kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran,” kata Bupati Jeje Wiradinata.

Dalam kesempatan tersebut Jeje menyampaikan informasi tentang pelaksanaan kinerja Kabupaten Pangandaran selama kurun waktu 5 tahun dari Tahun 2019 sampai dengan 2023 serta perencanaan kinerja untuk tahun anggaran 2024.

Dalam pelaksanaan kinerja diinformasikan pelaksanaan kinerja yang telah dicapai yaitu kaitan dengan sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pariwisata serta indikator makro daerah.

Disampaikan juga berbagai kejadian yang menjadi hambatan finasial pemerintah daerah dalam pencapain target RPJMD yaitu penanganan Covid-19, Regulasi dari Pemerintah Pusat berupa pemotongan transfer daerah DAU, refocusing angggaran, DAU yang diarahkan (special grant), penurunan PAD dan Pilkada serentak yang menyebabkan pemangkasan masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati sehingga harus ada akselerasi pencapain target RPJMD.

Baca juga:  Mohon Dibantu! Warga Pangandaran 6 Tahun Hilang, Begini Kronologisnya

Dengan kondisi seperti itu, lanjut Jeje, jika Pemerintah Daerah tidak melakukan langkah alternatif dan strategis, maka akan terjadi pergerakan ekonomi yang sangat lambat dan laju pertumbuhan ekonomi menjadi menurun atau mengalami tren pertumbuhan yang nagatif, karena laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pangandaran sangat ditentukan oleh besarnya belanja APBD.

Oleh karena itu, pada periode tahun anggaran 2021 hingga 2023, langkah strateegis yang dilakukan untuk mencapai pendapatan optimal, kegiatan tetap berjalan dan target tercapai, adalah tetap berjalannya pembangunan dengan skala prioritas pertama yaitu pergerakan ekonomi tetap berjalan, pemerataan pembangunan tercapai dan target RPJMD tahun 2021-2026 dapat tercapai.

Sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui program Portofolio yang menjadikan solusi dalam upaya penyehatan finansial Pemerintah Kabupaten Pangandaran supaya roda pergerakan perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan lancar dan kondusif.

Pola protopolio ini akan menjadikan APBD semakin sehat dan program-program kegiatan yang sebelumnya menjadi program unggulan akan berjalan kembali, diantaranya adalah :
a. Pangandaran Hebat (Akses Pendidikan Mudah Dan Bermutu)
b. Pendidikan Karakter (Ajengan Masuk Sekolah & Pangandaran Mengaji)
c. Program UHC Terjaga Dan Terjamin (Jaminan Kesehatan)
d. Program Penguatan Desa Berjalan (Pembangunan Infrastruktur Pedesaan, Ekonomi Pedesaan, Tunjangan Kepala Desa, Perangkat Desa, Rt/Rw, Linmaspembiayaan Tenaga
e. Penunjang Kegiatan Pemda (Yang Sekarang Disebut Honorer Dll.)
f. Program Pengangkatan SDM Yang Diperlukan Dapat Berjalan (Rekrutmen PPPK, Rekrutmen ASN)
g. Jasa Pelayanan Kesehatan Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan
h. Bagi Hasil Ke Desa Bisa Berjalan Kembali.

Baca juga:  Cara Hemat Makan Seafood Segar di Pangandaran

Dampak yang terjadi terhadap keberhasilan pembangunan dapat dilihat melalui indeks keberhasilan yang mencakup Indeks kinerja daerah pada bidang pendidikan sebesar 91,38 di atas rata-rata nasional sebesar 87,46, bidang kesehatan sebesar 92,17 di atas rata-rata nasional sebesar 89,76, dan indeks kinerja pekerjaan umum sebesar 86,26 dengan rata-rata nasional sebesar 80,34 (Kemenkeu RI).

Indeks Desa Membangun (IDM) dengan status Desa Mandiri dari tahun 2021 sebesar 15,81% dan pada tahun 2023 mencapai 100%. Sedangkan realisasi belanja pembangunan infrastruktur desa dari APBD semakin meningkat dari tahun 2020 sebesar Rp.2,22 miliar, pada tahun 2021 sebesar Rp.11,6 miliar, hingga tahun 2022 telah mencapai Rp.40,91 miliar. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari tahun 2022 sebesar 70,21 menjadi 70,57 pada tahun 2023.

Sedangkan untuk Laju Perumbuhan Ekonomi (LPE), pada tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 terjadi, nilai LPE mengalami penurunan hingga minus pada hampir setiap Kab/Kota di Jawa Barat, dan jika dibandingkan dengan wilayah sekitarnya, Kab. Pangandaran menempati peringkat kedua daerah dengan penurunan LPE terendah setelah Kota Banjar.

Baca juga:  Pemkab Pangandaran Raih Penghargaan Kawistara Award 2022

Kemudian pada tahun 2021 mulai terjadi kenaikan menjadi 3,67, dan pertumbuhannya terus meningkat hingga 5,03 pada tahun 2022, sekaligus memiliki nilai pertumbuhan yang tertinggi diantara daerah sekitarnya seperti Kab.Ciamis, Kab/Kota Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, Subang dan Indramayu.

Untuk indikator kemiskinan, resentase penduduk miskin juga mengalami penurunan dari 9.65% atau sebanyak 39.070 orang pada tahun 2021 menjadi 9,32% atau sebanyak 37.910 orang pada tahun 2022.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka Kab.Pangandaran juga menempati tingkat terendah se-Jawa Barat pada tahun 2022 yaitu sebesar 1,56 dari sebesar 3,25 pada tahun 2021.

“Bahkan program kegiatan tersebut banyak yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi,” tambahnya.***