PANGANDARAN – Bupati Pangandaran Citra Pitriyami angkat bicara terkait aksi unjuk rasa Forum Bening Benih Lobster (BBL) Pangadaran pada Kamis (24/7/2025) lalu.
Ia memberikan klarifikasi bahwa ketidakhadiranya saat akasi unjuk rasa, karena harus menghadiri acara lain yang sudah teragendakan.
“Saya menerima surat pemberitahuan itu pada malam kamis, biasanya 3 kali 24 jam sebelumnya sudah ada pemberitahuan mau ada aksi, tapi kita menerimanya pada malam kamis dan saya sudah punya agenda,” ungkapnya Senin (28/7/2025).
Pada Kamis malam, usai menyelesaikan semua kegiatan, Citra melakukan pertemuan dengan perwakilan dari Forum BBL Pangandaran.
“Bersama-sama dengan ketua HNSI dan Pak Kapolres, kita duduk bersama,” katanya.
Pada dasarnya, kata Citra, Pemkab Pangandaran tidak memiliki wewenang, baik melarang ataupun mengeluarkan izin penangkapan BBL, termasuk budidaya.
Namun, terkait Surat Edaran Bupati Pangandaran terkait Bening Benih Lobster (BBL) tahun 2021, otomatis tidak berlaku lagi, setelah munculnya peraturan Menteri KP Nomor 7 tahun 2024 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp).
“Jadi kegiatan apapun mengacunya kesana (Permen KP Nomor 7), tentang SKAB dan lain-lain itu harus didalami dan dikaji dulu,” ucapnya.
Termasuk soal kuota budidaya dan pengawasannya, menurutnya perlu pembahasan lebih lanjut
Dalam kesempatan itu, Citra sempat mengungkapkan kekecewaan karena adanya aksi anarkis saat unjuk rasa. Dimana ada perusakan fasilitas negara.
“Mobil damkar tiba-tiba dipukulin kacanya, gerbang pendopo diancurin, itu loh yang agak saya sayangkan, itu aset negara, uang rakyat,” ucapnya.
Citra mengaku tidak anti kritik, iapun secara terbuka menerima masukan dan kritikan dari siapapun.
“Kemarin kita duduk bersama juga enak, santai,” ujarnya***





