Pangandaran – Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna melakukan kunjungan ke RSUD Pandega Pangandaran dan bertemu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Sabtu (29/8/2021)
“Kunjungan ke RSUD Pandega Pangandaran dalam rangka untuk mendapatkan informasi lengkap seputar sarana dan prasarana rumah sakit daerah. Rumah sakit Pandega ini baru berusia dua tahun namun sudah sangat lengkap,” ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna
Disampaikan, kunjungan ke RSUD Pandega dan mendapatkan keterangan langsung dari Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam rangka mewujudkan rencananya membangun RSUD di Kabupaten Bandung.
“Karenaya saya perlu mendapat masukan dari berbagai stakeholder, salah satunya dari Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata yang sudah mampu membangun RSUD lengkap dengan anggaran hampir mencapai Rp400 miliar,” ujar Dadang.
Saat menyambangi RSUD Pandega, terungkap beberapa informasi diantaranya sarana prasarana di rumah sakit tersebut sudah lengkap, walau baru berdiri dua tahun.
Sistem layanan kepada masyarakatpun sudah cukup baik, dengan menggratiskan layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
“Hal yang patut diikuti adalah, tidak menolak warga saat mereka tidak punya uang. Regulasinya bisa menjadi komparasi kita untuk diterapkan di Kabupaten Bandung”, ujar Dadang.
Disampaikan Dadang, kunjungannya ke RSUD Pandega, sebagai bahan masukan juga dengan rencana akan dioperasionalkannya RSUD Otista Soreang.
Rencananya RSUD Otista di Soreang Kabupaten Bandung akan beroperasi mulai tanggal 1 September 2021 mendatang.
Selain ingin mengetahui semua hal tentang RSUD Pandega yang sangat lengkap beserta pelayanannya pada warga, Dadang Supriatna juga mendapatkan masukan terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.
“Saya menilai langkah Bupati Pangandaran cukup efektif menekan penyebaran wabah Covid-19,” ujar Dadang.
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menurut Dadang Supriatna, mengharuskan kepala sekolah, kepala desa, dan kepala perangkat daerah, masing-masing setiap harinya harus melakukan testing dan tracking pada satu orang warga.
“Program yang inovatif. Kami rasa bisa menjadi salah satu solusi untuk penanganan covid-19”, pungkas Dadang***





