Dewan Pembina Relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu)  merespons kritik calon calon duta presiden (bacawapres) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin soal  merupakan program gagal.

“Kalau mengenai program food estate itu menurut saya adalah bagaimana kita melakukan audit juga penataan kembali,” kata Budiman dalam area DPP Prabu pada Jakarta Pusat, Minggu (1/10).

Budiman mengatakan food estate merupakan program besar yang dimaksud hal itu perlu melibatkan berbagai pihak khususnya pada area kalangan kementerian. Ia menegaskan bahwa food estate bukan program satu kementerian saja.

Oleh dikarenakan itu, program ini butuh kerja sebanding dari berbagai kementerian. Menurutnya, sikap kooperatif dari kementerian lain juga dapat hanya memperkuat pelaksanaan food estate.

“Sikap kooperatif dari kementerian lain, Kementerian Pertanian, Kementerian LHK, Kementerian Pertahanan harus dijaga. Karena ini program besar itu tidaklah bisa saja belaka hanya saja sekali menjadi tanggung jawab satu orang, tapi multi kementerian. Secara kompak lalu juga tak boleh egoisme sektoral,” jelas Budiman, mengutip Detik.

Menurutnya dengan kerja mirip antar kementerian, program food estate dapat berjalan dengan baik. Hal ini juga menjadi bekal Indonesia dalam menghadapi krisis pangan.

“Kalau itu terjadi maka akan memudahkan kita menciptakan kondisi kedaulatan pangan. Karena tantangan kita kan bukan cuma ketahanan pangan. Kalau ketahanan pangan, impor aja besar-besaran, maka kita sanggup tahan pangan kita. Yang saya arahkan kesulitan kedaulatan pangan juga,” tuturnya.

Cak Imin sebelumnya menyebut perkembangan food estate atau lumbung pangan di area tempat beberapa daerah pada area Indonesia terbukti gagal. Hal ini ia sampaikan ketika menjawab pertanyaan tentang upaya menekan biaya jual substansi pokok yang tersebut digunakan masih melambung tinggi pada area Indonesia belakangan ini.

Cak Imin awalnya menjelaskan produktivitas pangan harus digerakkan secara masif melalui peningkatan produktivitas lahan lalu tanah milik rakyat lalu petani.

“Bukan melalui food estate,” kata Cak Imin saat ditemui di dalam tempat Menara Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (27/9).

Cak Imin yakin material pangan akan aman bila pengorganisasian manajemen pengelolaan tani tambahan banyak masif kemudian dipimpin oleh pemerintah. Sehingga, pemilik tanah yang digunakan level kecil mampu digabungkan dalam satu koordinasi.

“Food estate terbukti gagal, maka jalan cepat yang dimaksud digunakan harus dikerjakan adalah mengintensifikasi tanah-tanah pertanian punya rakyat, diorganisir dengan manajemen bidang usaha raksasa pangan nasional,” kata dia.

Bila kondisi ini tak dilakukan,Cak Imin memprediksi Indonesia ke depannya akan selalu impor bahan-bahan pokok secara terus menerus. Sehingga, hal ini sangat berbahaya bila negara-negara produsen sedang alami krisis pangan.

“Jika negara-negara produsen pun satu titik tertentu akibat El Nino, krisis pangan global akan tak mengekspor barang ke kita. Kalo kita bukan mampu belaka impor, kita makan dari mana? kecuali kita berswasembada,” kata dia.

Sumber: CNN Indonesia