Budidaya Cupang, Mahasiswa di Pangandaran Raup Untung Jutaan Rupiah

Budidaya Cupang, Mahasiswa di Pangandaran Raup Untung Jutaan Rupiah
Budidaya Cupang, Mahasiswa di Pangandaran Raup Untung Jutaan Rupiah

Saat Pandemi Covid-19, jika pandai menangkap peluang dibarengi kerja keras kerapkali membuahkan hasil yang mencengangkan.

Budidaya Cupang, Mahasiswa di Pangandaran Raup Untung Jutaan Rupiah

Setidaknya hal itu dialami oleh Jienita, mahasiswi asal Pangandaran yang mampu membangun bisnis dari hobinya memelihara ikan cupang. Setiap bulan kini dia mampu cuan di kisaran Rp 15 juta dari bisnisnya itu.

“Bisnis ikan cupang baru berjalan beberapa bulan, ya kalau dikalkulasi bisa sampai Rp 15 juta sebulan,” kata Jien, sapaan akrabnya, beberapa waktu lalu.

Jien mengakui menemukan jalan bisnis ikan cupang berawal dari banyaknya waktu luang akibat masa pandemi Corona, dimana kuliah dilakukan secara daring dan waktu untuk keluar rumah menjadi terbatas.

“Berawal dari “kegabutan” akibat pandemi COVID-19, waktu itu saya membeli seorang ikan cupang lalu dipelihara di rumah. Karena belum tahu cara memeliharanya, umur cupang yang sapa pelihara awalnya sering mati,” kata Jien.

Jien rupanya kadung jatuh cinta sama ikan mungil dengan corak warna yang indah dan beragam itu. Hal serupa juga dialami oleh pacarnya Denis. “Akhirnya terpikirkan untuk bisnis. Dengan modal Rp 200 ribu, saya dan pacar patungan beli beberapa ekor ikan cupang,” kata Jien.

Beberapa ekor ikan cupang itu dia jual. Metoda penjualannya ada yang dilelang secara online di Medsos atau dijual biasa. Dia juga gencar “meracuni” teman-temannya untuk menyukai ikan cupang.

“Dari situ mulai muter, mulai jalan jual beli cupang. Cuan tipis-tipis. Saya juga memberanikan ikut kontes, kan kalau menang kontes otomatis harga ikan akan melambung. Kontes di luar Pangandaran pun aku ikut, kan supaya membangun eksistensi,” kata Jien.

Selain rajin ikut kontes dan gencar melakukan penjualan, Jien juga mulai mendalami ilmu budidaya ikan cupang. Modalnya cukup dengan berselancar di internet dan konsultasi dengan sesama komunitas.

Mimpinya membuat peternakan budidaya ikan cupang akhirnya terwujud menyusul adanya seorang investor yang mau membantu modal.

Dia membangun tempat budidaya dan galeri ikan cupang di Dusun Bojongkarekes Desa Babakan Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

“Ya baru sebatas farm and gallery kecil-kecilan sih, belum beres 100 persen. Tapi yang penting jalan aja dulu,” kata Jien.

Siklus panen ikan cupang menurut Jien setiap 45 hari dan perawatannya relatif mudah.

“Kalau breeding di farm biasanya hampir sekitar 600 ekor dari 1 indukan. Panennya setiap 1,5 bulan sekali. Ada banyak jenis ikan cupang yang kami budidaya,” kata Jien.

Dia mengatakan selama dua bulan melakukan budidaya bisa dikalkulasi pendapatan per bulan mencapai Rp 15 juta.

“Masih kecil sih jika dibandingkan dengan peternak-peternak lain, masih berproseslah, mudah-mudahan lancar terus,” kata Jien.

Jien mengatakan beternak ikan cupang tak terlalu ribet. Aktivitasnya sebagai mahasiswa tak terganggu sama sekali, hanya saja dia mengatakan memang ada satu aktivitas yang harus dikorbankan.

“Paling sekarang udah gak bisa mabar (main game bareng), itu yang dikorbankan. Nggak apalah, mendingan cari cuan dari pada nge-game nggak jelas,” katanya.*