
Merah Putih. dengan – Banyak perbincangan di media sosial tentang perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 Hijriah. Seseorang yang diduga sebagai peneliti BRIN dengan nama akun Facebook Andi Pangeran Hasanuddin mengomentari tautan yang ditulis oleh peneliti BRIN lainnya, Thomas Djamaluddin.
Tautan Thomas dikomentari Andi Pangerang Hasanuddin melalui akun Facebook Ap Hasanuddin terdengar sinis dan mengancam warga Muhammadiyah. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan memverifikasi informasi dan status komentator BRIN dan peneliti astronomi yang meresahkan publik.
Baca juga:
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko membenarkan bahwa AP Hasanuddin adalah aparatur sipil negara atau ASN yang bekerja di BRIN.
“Langkah konfirmasi dilakukan untuk memastikan status APH sebagai ASN di salah satu pusat penelitian BRIN. Selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku, BRIN akan memprosesnya melalui Badan Etik ASN dan selanjutnya dapat dilanjutkan ke Hukuman Disiplin Dewan Pegawai Negeri Sipil. sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Handoko menjelaskan, meski AP Hasanuddin menulis surat permintaan maaf atas komentar viral di media sosial, BRIN tetap akan mengusut kasus ini dengan menggelar sidang Dewan Etik ASN yang dijadwalkan Rabu (26/4).
Setelah itu akan digelar Sidang Hukuman Disiplin ASN untuk menentukan sanksi akhir.
“BRIN meminta maaf khususnya kepada seluruh warga Muhammadiyah atas pernyataan dan perilaku salah satu anggota BRIN, padahal itu ranah pribadi yang bersangkutan,” kata Handoko.
Ia meminta para peneliti BRIN untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat di media sosial dan mengedepankan nilai-nilai yang berorientasi pada pelayanan, tanggung jawab, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Diakui oleh AP Hasanuddin, komentar tersebut sengaja dibuat berdasarkan emosi dan kecerobohan saat melihat akun media sosial pimpinannya. Dia juga meminta maaf.
Baca juga:





