Pangandaran – BPBD Pangandaran melaksanakan Uji Aktivasi Sirine Tsunami, serta penggunaan Aplikasi “SIRITA”, Minggu, 26 September 2021 Pukul 10.00 WIB.

BPBD Pangandaran, melaksanakan uji coba sirine TEWS BMKG, setiap tanggal 26 tiap bulannya.

Dari 5 TEWS BMKG yang ada, 3 lokasi berbunyi sedangkan 2 lainnya mati.

Sirine di lokasi Bojongsalawe Parigi, Kantor Telkom Pangandaran dan Politeknik Kelautan & Perikanan berbunyi.

Sementara di lokasi Balawista dan Kantor Kecamatan Pangandaran, tidak berbunyi.

Sedangkan untuk Aplikasi “SIRITA”, Aplikasi tersebut bekerja dengan baik.

Cara Kerja Sirine Saat Gempa Besar Berpotensi Tsunami

Cara kerjanya adalah BMKG akan mengirimkan peringatan kepada Pusdalops ketika ada informasi gempa besar yang berpotensi tsunami.

Lantas Pusdalops akan menekan tombol untuk membunyikan sirene agar warga segera mengungsi sebelum gelombang menerjang.

Informasi dari BMKG pusat sudah terhubung ke BPBD, sehingga ketika ada gempa 2 menit sudah masuk ke BMKG pusat.

Sirene itu merupakan inisiatif BMKG pusat untuk antisipasi tsunami di daerah wisata dan dengan penduduk padat. Alat itu dipasang pada 2020 lalu.

Di kawasan Jawa Barat alat ini baru tersedia di Pangandaran, Ciamis, dan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Daerah-daerah itu dianggap rawan jika terjadi tsunami karena kepadatan penduduk yang tinggi.

Di Pangandaran, telah terpasang sebanyak lima sirene peringatan tsunami yaitu di Kantor Balawista Pantai Pangandaran, Kantor Telkom Pangandaran, Politeknik Kelautan dan Perikanan, Kantor Kecamatan Pangandaran, serta di Bojong Salawe.***