Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (), Kalimantan Tengah, Multazam mengimbau rakyat pada Kota Sampit menggunakan masker saat beraktivitas dalam luar rumah oleh sebab itu kualitas udara sudah berstatus Berbahaya.

Terus memburuknya kualitas udara ini akibat kebakaran hutan serta lahan () yang dimaksud digunakan kembali marak terjadi. Tidak cuma sekali di dalam area Kota Sampit, kebakaran lahan juga marak di area area wilayah selatan yang digunakan digunakan memang mengalami tingkat kekeringan tambahan tinggi.

“Sejak pukul 05.00 wib tadi status ini menghitam (berbahaya),” kata Multazam dalam area Sampit, Minggu (1/10).

Ia mengatakan berdasarkan laporan aplikasi pemantau pencemaran udara ISPUNET milik Kementerian Lingkungan Hidup serta juga Kehutanan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kabupaten Kotawaringin Timur pada pukul 08.00 WIB menunjukkan kualitas udara Berbahaya. Angka pencemaran PM 2.5 mencapai 309.

Status yang mana mana diberi penanda dengan warna hitam ini menggambarkan tingkat kualitas yang digunakan mana dapat merugikan kesehatan kritis pada populasi juga perlu penanganan cepat.

Kualitas udara ini terpantau terus memburuk. Pukul 09.00 WIB, hitungan pencemaran PM 2.5 menunjukkan bilangan menjadi 313 serta pada pukul 10.00 WIB meningkat menjadi 317.

Asap pekat juga terlihat pada Sabtu malam hingga Minggu pagi sehingga cukup mengganggu jarak pandang.

Sebagian warga terlihat menggunakan masker untuk mencegah terhirup asap bercampur debu kebakaran lahan.

Data BPBD, total hot spot pada dua bulan terakhir meningkat tajam. Titik panas pada Agustus sebanyak 1.345 titik serta September sebanyak 1.994 titik. Jumlah ini naik berkali-kali lipat melebihi biasanya yang mana semata-mata sekali berkisar maksimal 100 titik.

Sebaran hot spot terbanyak terkonsentrasi di tempat area wilayah selatan yaitu Kecamatan Mentaya Hilir Selatan kemudian Teluk Sampit. Selama September, hot spot pada tempat Mentaya Hilir Selatan tercatat 683 titik kemudian juga Teluk Sampit 424 titik.

Pemadaman kebakaran lahan terus dilaksanakan oleh tim gabungan bersama relawan dari berbagai kelompok. Pemadaman juga diperkuat melalui udara dengan water bombing atau pengeboman air menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Saat ini Kotawaringin Timur berstatus tanggap darurat bencana kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Bahkan status itu sudah satu kali diperpanjang selama tujuh hari.

“Senin akan dilaksanakan rapat evaluasi kembali terkait kondisi saat ini untuk penetapan status dengan melibatkan semua pihak terkait,” ujar Multazam.

Sumber: CNN Indonesia