Beranda Berita Begini Kemeriahan Napak Jagat Pasundan Spesial Hari Jadi Ke-7 Kabupaten Pangandaran

Begini Kemeriahan Napak Jagat Pasundan Spesial Hari Jadi Ke-7 Kabupaten Pangandaran

0
79

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Gelaran Coklat Kita Napak Jagat Pasundan kembali Hadir di Kabupaten Pangandaran, Minggu (3/11/2019). Acara tersebut dalam rangka memeriahkan sekaligus menjadi malam puncak dari rangkaian kegiatan Milangkala ke-7 Kabupaten Pangandaran.

Hasil kerja sama antara Coklat Kita dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran ini, diadakan di Lapangan Grand Pangandaran, Pantai Barat, setelah Gerbang Utama Wisata Pangandaran.

Napak Jagat Pasundan 2019 di kawasan pantai Jabar Selatan itu disambut luar biasa olah ribuan warga Pangandaran yang tampak menyemut di Lapangan Grand Pangandaran sejak Minggu siang. Masyarakat dari berbagai kalangan pun saling berbaur dan menikmati setiap pertunjukan yang disajikan.

Mulai dari Lingkung Seni Jembar Mustika yang menampilkan kesenian Lebon, Celempung dan Kecapi biola dari Padepokan Dangiang Mustika Sari, Sanggar Angklung Mang Koko , Sanggar Agia dan Sanggar Putra Rengganis yang menampilkan tarian Ethnic kolaborasi, Sanggar Ligar Munggaran dengan penampilan Eog dan Gondang, Padepokan seni Jnggala manik yang menampilkan Kecapi Rajah Tunggal, dan Kendangers Pangandaran.

Talent-talent budaya yang tampil di pagelaran Napak Jagat Pasundan Milangkala Kabupaten Pangandaran ini, diundang secara khusus dari sanggar dan paguron se-Kabupaten Pangandaran.

Napak Jagat Pasundan Pangandaran turut dipandu oleh duet pembawa acara yang semakin kompak,Prima Ramadhan dan Reva Widi.

Lalu yang dipaling ditunggu kehadirannya adalah penampilan dari Ega Roboth Ethnic Percussion, Jimbot and Friend, Dodi Kiwari, Calung NJP yang berkolaborasi dengan Ohang, dan Abiel Jatnika.

Pagelaran Napak Jagat Pasundan Milangkala Kabupaten Pangandaran diawali oleh pertunjukan Tari Kreasi dari Ega Roboot Ethnic Percussion dan seni Lebon dari Lingkung Seni Jembar Mustika di floor area.

Kemudian, Prima dan Reva mengajak para pengunjung untuk menuju ke Booth Budaya di Napak Jagat Pasundan ini.

Pada sore hari, acara di tutup dengan penampilan dari Sanggar Dangiang Mustika sari dengan menampilkan celempung dan kecapi biolanya.

Pada malam harinya, digelar pertunjukan kolaborasi antara Kecapi rajah Tunggal (Padepokan Seni Jenggala Manik) dengan Eog dan Gondang (Sanggar Ligar Munggaran) di area mini stage Napak Jagat Pasundan.

Acara berlanjut ke panggung utama dengan penampilan musik dari Ega Robot Ethnic Percussion, narasi puisi dari kang Dodi Kiwari, serta tarian ethnic dari kolaborasi Sanggar Algia dan Sanggar Putra Rengganis.

Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan angklung benjang batok dari Sanggar Mang Koko, penampilan Jimbot & Friend yang berkolaborasi dengan Mang Saswi, Ega Robot Ethnic percussion yang berkolaborasi dengan Kendangers Pangandaran.

Satu di antara penampilan yang paling ditunggu yakni calung NJP (lnjuk, Junjun, Aep bancet, Aman, dan Amin).

Sejumlah boot juga didirikan di kawasan Napak Jagat Pasundan Pangandaran. Di antaranya ada yang menghadirkan kerajinan lokal serba bambu, booth kuliner, serta booth teknik melinting rokok, hingga permainan khas tradisional Sunda berupa bedil karet yang menggunakan anyaman bambu.

Kemudian, Prima dan Reva mengajak para pengunjung untuk menuju ke Booth Budaya di Napak Jagat Pasundan ini.

Pada sore hari, acara di tutup dengan penampilan dari Sanggar Dangiang Mustika sari dengan menampilkan celempung dan kecapi biolanya.

Pada malam harinya, digelar pertunjukan kolaborasi antara Kecapi rajah Tunggal (Padepokan Seni Jenggala Manik) dengan Eog dan Gondang (Sanggar Ligar Munggaran) di area mini stage Napak Jagat Pasundan.

Acara berlanjut ke panggung utama dengan penampilan musik dari Ega Robot Ethnic Percussion, narasi puisi dari kang Dodi Kiwari, serta tarian ethnic dari kolaborasi Sanggar Algia dan Sanggar Putra Rengganis.

Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan angklung benjang batok dari Sanggar Mang Koko, penampilan Jimbot & Friend yang berkolaborasi dengan Mang Saswi, Ega Robot Ethnic percussion yang berkolaborasi dengan Kendangers Pangandaran.

Satu di antara penampilan yang paling ditunggu yakni calung NJP (lnjuk, Junjun, Aep bancet, Aman, dan Amin).

Sejumlah boot juga didirikan di kawasan Napak Jagat Pasundan Pangandaran. Di antaranya ada yang menghadirkan kerajinan lokal serba bambu, booth kuliner, serta booth teknik melinting rokok, hingga permainan khas tradisional Sunda berupa bedil karet yang menggunakan anyaman bambu.

Selain itu, terdapat juga booth lainnya, yaitu booth Keulinan Lembur. Di booth ini pengunjung dapat mencoba bermain beberapa keulinan jaman baheula, yaitu Bedil Karet dan Bedil Jepret.

Pada 2019 ini, Napak Jagat Pasundan di Pangandaran diusung dengan tema ‘Sadulur Sagalur’ (bersaudara semua).

Tidak jauh berbeda pada tahun sebelumnya, konsep panggung Napak Jagat Pasundan tetap mengusung budaya khas Sunda.

Hal tersebut terlihat dari unsur bambu yang hampir ada di setiap stage atau panggung.

Sejalan dengan konsep yang diusung, di area pagelaran Napak Jagat Pasundan Pangandaran ini banyak yang dijadikan sebagai Objek foto bagi para pengunjung.

Satu di antaranya yang menjadi objek foto favorit para pengunjung adalah Leuit (bangunan lumbung padi).

Bangunan Leut ini dipopulerkan kembali oleh Coklat Kita untuk masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Paangandaran.

Perwakilan Coklat Kita DSO Banjar, Giwa Rahman, menyebut gelaran Napak Jagat Pasundan di Kabupaten Pangandaran ini spesial.

Karena rangkaian NJP 2019 sendiri sudah selesai dilaksanakan 3 titik yakni Kabupaten Bandung Barat, Subang, dan Garut, dengan rangkaian penggalian seni budaya dilaksanakan di 13 kabupaten kota.

“Di Pangandaran ini Napak Jagat Pasundan yang ditampilkan sangat spesial karrena permintaan bupati dan masyarakat Pangandaran dan NJP sudah menjadi kebanggaan bupati dan masyarakatnya,” kata Giwa di sela acara NJP berlangsung.

Dijelaskan Giwa, kerja sama dengan Pemkab Pangandaran juga dengan masyarakatnya sudah terjalin sangat erat dan mesra.

Pangandaran milangkala yang ke-7, NJP juga 2019 ini merupakan tahun ke-7. Sedangkan Milangkala Pangandaran bekerja sama dengan Coklat Kita sudah 3 kali.

“Karena selain gelaran Napak Jagat Pasundan, Coklat Kita juga kerja sama menggelar hajat laut di 16 titik. Dan ada even-even silaturahmi budaya. Tampak saat karnaval siang tadi dari 10 kecamatan yang ikut karnaval itu berhasil membuat masyarakat antusias. Semoga ini jadi tontonan yang luar biasa,” ucapnya.

Giwa menambahkan, Gelaran Coklat Kita Napak Jagat Pasundan dalam rangka Milangkala ke-7 Kabupaten Pangandaran ini, memiliki harapan sangat besar yang tidak hanya sekedar menjadi tontonan semata.

“Coklat kita dan Pemerintahan Kabupaten Pangandaran yang saat ini sangat concern akan pelestarian seni budaya. Dengan harapan, para seniman, sanggar, paguron serta masyarakat Kabupaten Pangandaran untuk kembali ingat dan tetap melestarikan warisan seni budayanya,” jelas Giwa.

Giwa berharap, semoga gelaran NJP ini tetap memajukan seni budaya tatar Pasundan agar selalu bertahan dan kokoh. Seiring perkembangan zaman dan menjadi salah satu value untuk pariwisata di Jawa Barat.

‚ÄĚKalau bukan kita yang notabene adalah warga masyarakat daerah, siapa lagi yang akan melestarikan dan mengembangkan aset budya milik Kita,” tutur Giwa.

Ditemui pada momen yang sama, perwakilan Coklat Kita RSO Bandung, Ariella S Davina, menambahkan, selain menjadi permintaan bupati dan masyarakat Pangandaran, spesialnya NJP ini karena menampilkan talent-talent baru seperti Mang Ohang dan Mang Saswi.

“Para talent mampu menampilkan kolaborasi dengan talent NJP lainnya,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Enam Communication, Yoga mengatakan, bahwa spesialnya NJP di Pangandaran ini karena ada tambah konten dan talent.

Untuk seni budaya yang ditampilkan pun ada 9 sanggar/paguron yang semuanya dari Pangandaran dan selebihnya yang bobotnya mencapai 70 persen menampilkan talent-talent utama dari NJP.

“Talent utama NJP yang baru ini menampilkan kolaborasi baru dan membuat warna baru di NJP,” ujarnya.

Satu di antara talent NJP sekaligus seniman ternama Ega Robot menjelaskan, suguhan NJP di Pangandaran ini menjadi spesial karena menjadi puncak Milangkala Pangadaran.

“Spesialnya lagi dalam tampilan kami suguhkan talent generasi baru setelah Doel Sumbang. Karrna NJP ini biasanya menampilkan Doel Sumbang, kini kami tampilkan talent Sunda yang baru,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin HMM mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kerja sama antara Pemkab Pangandaran dengan Coklat Kita yang menampilkan NJP spesial dalam rangka Milangkala ke-7 Kabupaten Pangandaran. Terlabih sudah beberapa kali NJP jadi pamuncak.

“Saya berharap Coklat Kita memperbanyak krgiatannya dan kerja samanya terus berlanjut,” kata Asep kepada awak media, ditemui sehari sebelum acara NJP spesial di Pangandaran, Sabtu (2/11/2019) malam.

Sebelum dimulainya gelaran NJP, kegiatan Milangkala Kabupaten Pangandaran ke-7 turut dimeriahkan acara karnaval Budaya, fashion dan kendaraan hias, yang di mulai pukul 13.00 wib hingga sore hari.

Karnaval ini dibuka Iangsung oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata.

Para peserta karnaval Pangandaran ini tidak hanya di ikuti oleh Kecamatan dan kelurahan/Desa dari Kabupaten pangandaran saja, ada juga yang ikut dari kabupaten dan Kota di Jawa Barat.

Di antaranya Purwakarta, Garut, Tasik, serta kabupaten dan kota lainnya.

Peserta Karnaval budaya ini di berangkatkan dari Pasar wisata (depan arwana) dan finish di pangandaran sunset.

Setelah dari garis finish, peserta karnaval beranjak menuju lokasi Napak Jagat Pasundan di Lapangan Grand Pangandaran.