KabarOto.com – Saat mengendarai sepeda motor, salah satu hal yang harus diperhatikan saat berkendara adalah adanya speed bump atau polisi tidur.
Speed bump biasanya dipasang di jalan raya agar pengendara memperlambat lajunya. Namun, jika tidak ditangani dengan hati-hati, polisi tidur bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bagi pengendara sepeda motor, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan.
Speed bump biasanya ada di jalan-jalan ramai seperti perempatan maupun di perkampungan untuk mencegah pengendara ngebut karena kondisi di jalan tersebut ramai.
Berikut beberapa cara mengatasi speed bump dari Danang Hermanto, instruktur Yamaha Riding Academy Yogyakarta.
Baca Juga : Begini Cara Merawat Throttle Body Motor Kesayangan Anda
1. Perhatikan gundukan kecepatan
Pengemudi perlu mengenali jalan dengan polisi tidur agar mudah mengantisipasinya dari jarak jauh.
Sebelum mencapai speed bump, perhatikan rambu-rambu peringatan yang biasa dipasang di jalan raya.
Rambu tersebut bisa berupa rambu kuning atau polisi tidur yang terbuat dari cat putih atau kuning di permukaan jalan.
Saat Anda melihat tanda-tanda ini, berhati-hatilah dan bersiap menghadapi gundukan kecepatan.
2. Pelan-pelan
Saat mendekati speed bump, mulailah memperlambat kendaraan. Perlambat secara perlahan dan pastikan Anda tidak mengerem secara tiba-tiba.
Pengereman secara tiba-tiba dapat mengunci roda sepeda motor dan membuat kendaraan tidak stabil. Perlambat dengan menginjak rem depan dan belakang secara perlahan.
Rem sebelum melewati speed bump, lepas rem sejenak saat ingin melewati dan berakselerasi lagi saat roda belakang melewati speed bump.
Baca Juga: Mau Rawat Mobil Anda di Rumah dengan THS? Inilah syarat-syaratnya
3. Asumsikan posisi berkendara yang tepat
Sebelum melewati gundukan, pastikan Anda mengambil posisi yang benar di sepeda. Badan harus rileks dan kedua tangan mencengkeram setang dengan cukup erat.
Pastikan juga kedua kaki bertumpu pada anak tangga atau pijakan kaki bagi pengendara motor, kedua lutut mengapit tangki motor bagi pengguna motor sport atau melangkah ke dek motor bagi pengendara motor matic, agar keseimbangan tetap terjaga.
4. Pastikan mesin lurus
Saat melewati tanjakan disarankan agar motor lurus, hindari bagian samping saat melewatinya karena berpotensi tergelincir, apalagi jika kondisi basah. Hindari melewati jalur berlawanan (jalur yang tidak memiliki polisi tidur, atau lebih rendah) karena berisiko tertabrak oleh kendaraan di depan.
5. Pastikan kondisi sepeda motor baik
Terakhir, pastikan sepeda dalam kondisi baik sebelum mulai bersepeda, terutama bagian rem, ban, dan suspensi. Semua kondisi mesin dalam kondisi sempurna, sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
