BERITA  

Bawaslu RI Berharap Tidak Terjadi Calon Tunggal di Pilkada Pangandaran

Koordinator Divisi Peneyelesaian Sengketa Anggoata Bawaslu RI Rahmat Bagja.

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) berharap tidak terjadi calon tunggal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Koordinator Divisi Peneyelesaian Sengketa Anggoata Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, tren calon tunggal naik dari pemilu ke pemilu.

“Inilah yang jadi pekerjaan rumah kita bersama. Jangan sampai nanti ada calon bupati yang dihalang-halangi untuk maju dalam Pilkada tahun mendatang,” ujarnya, Minggu (22/12).

Menurut dia, calon tunggal muncul karena tidak ada lagi masyarakat yang mau maju karena alasan kurang logistik atau biaya, tidak ada dukungan dan tidak percaya diri melawan pasangan yang kuat.

“Masyarakat tidak akan memiliki pilihan dan kalau calon tunggal, rasanya kurang tepat disebut pemilihan,” terangnya.

Dengan tegas Dia menyebut bahwa calon tunggal sama sekali tidak ideal bagi sebuah pemilihan demokratis.

“Ini juga harus menjadi pekerjaan rumah bagi partai politik, agar terbiasa untuk berkompetensi, melahirkan pemimpin dari kader mereka,” tuturnya.

Dirinya meyakini bahwa Pangandaran memiliki banyak tokoh dan calon bupati yang mumpuni untuk maju di Pilkada 2020.

“Jangan sampai tren calon tunggal ini, menjalar ke Kabupaten Pangandaran,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan.

Menurutnya, jika terjadi calon tunggal maka akan tercipta kekosongan hukum. Sebab aturan main pemilu akan bisa ditindaklanjuti jika ada pasangan calon.

Selain itu, tambahnya, potensi kekacauan akan besar terjadi jika hanya ada satu calon saja. Potensi konflik horizontal akan sangat tinggi.

“Meskipun demikian, kami dari Bawaslu tetap siap untuk bekerja, mau itu calon tunggal atau tidak, kita tetap bekerja,” jelasnya. (*)