Bansos Provinsi Jabar di Pangandaran Mulai Didistribusikan

  • Bagikan

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdhan me-launching bantuan sosial (Bansos) tahap tiga bagi terdampak Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rabu, 28 Oktober 2020.

Launching bantuan sosial yang digelar di Kantor Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, itu juga dihadiri oleh Sekda Kusdiana, Asisten III Suheryana, Kadis Perdagangan, Koperasi dan UMKM Tedi Garnida, Kadis Sosial, PMD Wawan Kustaman, Ketua DPRD Kab Pangandaran Asep Noordin dan Perwakilan dari PT Pos Indonesia.

Pjs Bupati Pangandaran Dani Ramdhan mengatakan, bantuan sosial ini berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tahap ketiga bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Mudah-mudah dalam dua minggu ini bantuan sudah tersalurkan semuanya ke masyarakat yang diusulkan pemerintah daerah,” ujar Dani.

BACA JUGA :  Jeje Wiradinata Tegaskan Pasangan Jihad Lanjut di Pilkada 2020

Kata Dani, bantuan sosial tahap ketiga ini berbeda dengan bantuan sosial pada tahap kesatu dan kedua dari nilai atau besarannya.

“Kalo dulu nilainya Rp500.000 per KK yang terdiri Rp350.000 non tunai berupa sembako dan Rp150.000 tunai. Kalau yang sekarang Rp250.000 yang non tunai dan Rp100.000 yang tunainya,” kata Dani.

“Kemasannya dulu dari kardus, sekarang pakai kantong. Serba guna bisa digunakan terus menerus, tidak sekali buang,” sambungnya.

Dani menjelaskan, bantuan sosial terdampak Covid-19 tahap ketiga ini didistribusikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Kalo untuk se Jawa Barat jumlah penerima nya ada 1,9 juta KK, tapi kalo untuk di Kab Pangandaran ada 2.835 KK,” ujar Dani.

BACA JUGA :  Ada Warga Terpapar Corona, Tiga Sekolah Dalam Satu Desa di Pangandaran Terpaksa Ditutup

Dani juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah provinsi dan menegkapi bantuan-bantuan sosial lainnya, mulai dari bantuan Presiden, bantuan dari Kementerian Sosial, PKH dan seterusnya juga ada bantuan dari bupati dan walikota masing-masing dan juga dari Dana Desa.

“Nah provinsi hanya melengkapi yang sekarang sudah masuk tahap ketiga, tujuannya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Karena dengan adanya Pandemi Covid-19 ini menurut Dani, ada yang kehilangan mata pencaharian, PHK, usaha sudah tidak berjalan lagi.

“Memang bantuan tahap ketiga ini nilainya berkurang dengan dua pertimbangan, yaitu karena dana pemerintah semakin terbatas yang kedua bahwa aktivitas ekonomi masyarakat juga sudah mulai berjalan. Jadi sudah ada yang bekerja lagi dan mendapatkan penghasilan. Mudah-mudah pembangunan bisa berjalan masyarakat juga yang terdampak Covid-19 bisa tertolong,” ujarnya.***

  • Bagikan