MerahPutih.com – Bank DKI bersama Perumda Pasar Jaya dan PakeKTP berkolaborasi meluncurkan aplikasi JaKios. Hal ini sebagai upaya memudahkan calon pedagang menyewa unit kios di pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya.

Melalui aplikasi Jakios, calon merchant dapat memperoleh informasi ketersediaan kios, harga sewa, serta melakukan reservasi dan pembayaran. Peluncuran aplikasi JaKios digelar di Jakarta, Senin (27/3) dengan judul ‘Launching Aplikasi JaKios & Digitalisasi Pasar Kramat Jati’.


Baca juga

Bank DKI menerapkan digital lending untuk memudahkan pembiayaan kredit nasabah

Direktur Teknologi dan Operasi Banco DKI, Amirul Wicaksono mengatakan bahwa JaKios merupakan wujud digitalisasi yang ditujukan kepada para pelaku usaha khususnya UMKM di pasar tradisional DKI.

Oleh karena itu, selain menggandeng Perumda Pasar Jaya, Bank DKI juga menggandeng PakeKTP sebagai mitra strategis untuk mendukung transformasi digital pasar tradisional.

“Aplikasi hasil kerjasama ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan bisnis melalui pemanfaatan teknologi yang efisien,” kata Amirul.

Sebagai informasi, aplikasi JaKios yang kini sudah bisa diakses melalui Google Playstore ini merupakan aplikasi untuk memudahkan calon pedagang dalam menyewa kios atau tempat usaha (TU) yang disewa oleh Perumda Pasar Jaya.

Melalui aplikasi JaKios, calon pedagang dapat melihat lokasi usaha yang tersedia di pasar yang diinginkan.

Selain itu, calon pedagang dapat melihat denah untuk memperkirakan kebutuhan kios dan foto untuk informasi kondisi kios yang disewakan. Aplikasi JaKios menghadirkan 2 pilihan pembayaran yaitu via memindai untuk membayar QRIS Bank DKI atau melalui Virtual Account Bank DKI.

Baca juga

Bank DKI bermitra dengan BC Card Asia Pacific untuk mempercepat bisnis pembayaran digital

Pada kesempatan yang sama, Pasar Kramat Jati, lokasi pilot project aplikasi ‘JaKios’, juga mengimplementasikan SIAP QRIS, program pemindaian lingkungan pasar yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, Banco DKI mendorong penerapan ekosistem pembayaran melalui penerapan QRIS, pembayaran melalui mesin EDC, dan aplikasi JakOne Abank yang diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan yang lebih besar.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy, Bank DKI telah melakukan beberapa penjajakan pasar seperti Pasar Santa, Pasar Rumput, Pasar Kedoya, Pasar Koja, Perumnas Klender, Pasar Kebayoran Lama dan Pasar Ciracas.

Hingga Februari 2023, Bank DKI telah mendaftarkan lebih dari 23.000 merchant yang telah bergabung dalam layanan QRIS JakOne Mobile Bank DKI dengan transaksi mencapai Rp63 miliar.

Lebih lanjut Amirul mengatakan, program digitalisasi pasar juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta melalui penciptaan ekosistem digital.

“Penerapan transaksi digital di marketplace selain memberikan kemudahan, juga aman bagi pedagang dan pengunjung marketplace. Hal ini juga didorong oleh masyarakat yang terbantu dengan menggunakan layanan transaksi nontunai setiap harinya,” ujar Amirul. .

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi mengatakan Bank DKI akan terus memperluas penerapan digitalisasi dalam melakukan transaksi nontunai di wilayah DKI Jakarta melalui sinergi dan kerjasama dengan pihak-pihak strategis.

Ia berharap melalui peluncuran aplikasi JaKios dan program pemindaian Pasar Kramat Jati dapat membawa manfaat kemudahan bertransaksi di pasar.

“Kami berharap dapat membawa manfaat dan kemudahan terutama dalam bertransaksi melalui layanan perbankan digital”, tutupnya. (asp)

Baca juga

Bank DKI gandeng Kemenko Perekonomian perkenalkan pembiayaan KUR untuk generasi muda



Source link