MENGGULIR untuk Jepang telah selesai. Namun, bukannya rehat, trio folk Jakarta Bangkutaman justru merilis karya terbarunya yang berjudul single La la. Dikutip dari halaman SRM pada Sabtu (4/3), lagu terakhir ini bercerita tentang sebuah ketidakpastian yang kerap menghantui setiap pikiran manusia dari berbagai sudut pandang.

Baca juga:

Dream Come True, Buntungaman Tau Tau Tour di Jepang




Musik band yang beranggotakan Wahyu Acum Nugroho (vokal dan gitar), Madava Nanda Rasika Sangga (bass) dan Christo Putra (drum) ini merupakan single pertama sebagai pembuka album ketiga mereka yang rencananya akan dirilis pada April 2023 di bawah naungan Demajors Records.

“Ketidakpastian adalah hal yang nyata. Hal itu menjadi sifat dan identitas yang dapat dirasakan oleh setiap manusia. Sering ada ketidakpastian, mulai dari prakiraan cuaca sederhana hingga tingkat serius seperti kemana dunia akan dibawa pada akhirnya,” jelas Acum.

Terkait konsep musikal lagu baru yang dihadirkan, Bangkutaman mengaku terinspirasi dari gubahan pertama band Naif dan Koes Plus di era 70-an. slide Produser gitar Bangkutaman oleh Pandji Dharma.

Direkam di Doors Studio pada Mei 2019 dan disempurnakan di Palm House Studio pada Desember 2019. La la menjadi lajang Bangkutaman terakhir sebelum merilis album Dinamika Versi: kapan dikemas ulang yang berisi delapan rekaman terbaru ditambah tiga lajang yang merupakan bagian bonus lagu.

Sebagai penunjang promosi. Dibuat video musik yang memperlihatkan pemandangan musim gugur di Jepang yang diabadikan oleh tour manager Satria Ramadhan saat Buntungaman sedang tur di Jepang tahun 2022 kemarin.

Baca juga:

‘Dinamis’ kehidupan Buntungaman terekam dalam album baru ini


“Ada waktu luang di tengah jadwal tur. Saya dan Acum berinisiatif untuk membuat video musik bernuansa musim gugur yang dipadukan dengan kegiatan bersepeda”, ujar Satria.

Bertajuk ‘Tau Tau Tur’, Bangkutaman berkeliling negeri sakura dari 27 hingga 30 November 2022 kemarin. Jepang dipilih sebagai tujuan keikutsertaan Buntungaman dalam sebuah festival musik independen bertajuk Tokyo Beyond Festival yang digelar selama dua hari di Shibuya, Tokyo.

“Bermain di Jepang selalu menjadi impian kami. Akhirnya terwujud tahun ini. Kami senang dengan kesempatan ini”, pungkas Acum. (jauh)

Baca juga:

Indies merilis ‘Fake Promise’ sebagai awal dari album kedua



Source link