Bahlil Yakin Civitas Akademika Berintegritas, tapi Ada yang digunakan Tidak Murni

Bahlil Yakin Civitas Akademika Berintegritas, tapi Ada yang digunakan Tidak Murni

SEPUTARPANGANDARAN.COM, JAKARTA – Ketua Tim Kerja Penting (TKS) pasangan calon presiden dan juga calon perwakilan presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto serta Gibran Rakabuming Raka, Bahlil Lahadalia menghargai pandangan dari civitas akademika yang dimaksud menyampaikan mengecam terhadap tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mana dinilai telah lama banyak cawe-cawe di proses pilpres 2024. Bahlil menilai aksi yang disebutkan sebagai bagian demokrasi.

Dalam sebuah wawancara, beliau menilai cuma segilintir orang cuma yang dimaksud bermain kebijakan pemerintah pada aksi civitas akademika tersebut.

“Dengan segala hormat, dari sekian berbagai itu ditengarai ada beberapa yang tersebut bukan murni, tapi ada beberapa juga yang bagus-bagus,” kata Bahlil.

Keyakinan Bahlil yang disebutkan berdasarkan fakta, di tempat mana yang mana menyampaikan membantah belaka beberapa guru besar banyak perguruan tinggi, namun tidak rektornya. Sehingga, beliau menilai adanya strategi lawan urusan politik pada pada kelompok civitas akademika tersebut.

“Baik pasangan 01, 02, juga 03 akan menyebabkan strategi agar bisa jadi mewujudkan apa yang mana jadi harapan mereka. Kalau saya lihat ada beberapa guru besar, dosen, tapi tidak rektornya yang dimaksud ngomong. Penciuman dan juga intuisi kita ada (strategi politik). Tapi, kami tetap saja berpikir positif. Karena kami yakin guru-guru besar juga dosen punya integritas. Tapi, ada yang digunakan pada penilaian kami masih ada yang digunakan (segelintir orang yang digunakan patut) dipertanyakan,” tutur Bahlil menjelaskan.

Baca juga:  Polri Aktifkan Operasi Nusantara Cooling System di Pemilu 2024

Bahlil mencontohkan, beliau mengamati adanya sebuah foto dari aksi civitas akademika yang mana menggunakan kode dari pasangan calon tertentu. Sehingga, ia berpandangan aksi yang dimaksud adalah aksi yang digunakan sengaja dibuat untuk tujuan politik.

“Contoh, ada foto yang disampaikan itu dengan pakai kode dengan nomor (paslon) tertentu. Feeling saya, sebagian dari proses itu ada by design. Tapi tak semuanya,” ujar Bahlil.

Seperti diketahui, beberapa civitas akademika melakukan aksi berunjuk rasa terhadap tindakan Presiden Jokowi yang dinilai telah lama sejumlah cawe-cawe pada proses pilpres 2024.

Aksi membantah itu sudah ada disampaikan banyak universitas ternama di area Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Brawijaya, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan juga lainnya.

Sumber Sindonews