BERITA  

Awak Media Pangandaran Sebut, Minat Baca Isi Berita Masih Rendah

Sejumlah awak media yang melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Pangandaran berfoto bersama di Kecamatan Parigi, Rabu (26/02/2020).

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Minat membaca isi berita dikalangan pengguna media sosial di Pangandaran dinilai masih rendah. Hal tersebut merupakan kesimpulan diskusi sejumlah awak media yang melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/02/2020).

Salah seorang awak media di Kabupaten Pangandaran Dede Ihsan Rifa’i mengatakan, di era digital saat ini, berbagai media sosial sangat membantu mempercepat penyebaran informasi ke publik.

Namun sangat disayangkan, pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan berita, ternyata belum mampu memberikan informasi secara utuh ke masyarakat karena kurangnya minat membaca isi berita.

“Sekarang media massa kebanyakan media online dan mudah di shere diberbagai media sosial,” kata Dede.

Dede menambahkan, ada kebiasaan buruk dikalangan nitizen saat merespon link berita online yang telah diposting di media sosial dengan mempertanyakan berbagai hal yang sebenarnya sudah disuguhkan secara gamblang.

“Salah satu contoh, jika kita posting link berita di facebook atau group WA tentang kejadian rumah di Pangandaran tertimpa pohon, biasanya direspon netizen dengan komentar yang mestinya tidak perlu karena sudah dijelaskan dalam isi berita,” tambah Dede.

Baca juga:  Update Pencarian Nelayan Pangandaran Tenggelam : Satu korban Ditemukan, Dua Masih Dicari¬†

Lanjut Dede, netizen sering merespon postingan link berita di facebook dengan komentar dengan pertanyaan dimana atau kapan kejadiannya. “Padahal penulis sudah memaparkan hal yang ditanyakan nitizen dalam isi berita,” terang Dede.

Dede menilai, nitizen yang memberikan komentar dengan mempertanyakan hal yang sudah dijelaskan dalam isi naskah berita dipastikan hanya membaca judul berita saja.

“Prilaku hanya membaca judul berita saja merupakan kebiasaan buruk karena jika membaca berita tidak sampai tuntas dapat menyesatkan,” jelasnya.

Dede berpesan, masyarakat hendaknya menjadi pembaca berita yang baik dan bijak dengan cara membaca tulisan dalam berita hingga tuntas. (*)