Atasi Macet dan “Jalan Tikus”, Pintu Masuk Wisata Cikembulan Pass Digeser ke Perbatasan Pananjung
PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengambil langkah strategis untuk membenahi manajemen arus lalu lintas di kawasan wisata. Pintu masuk wisatawan yang sebelumnya berada di Cikembulan Pass resmi digeser ke area perbatasan antara Desa Pananjung dan Desa Wonoharjo.
Keputusan relokasi gate atau pintu tol masuk wisata ini diambil sebagai respons atas seringnya terjadi kemacetan parah di titik lama, terutama saat musim libur panjang dan akhir pekan. Selain persoalan kepadatan kendaraan, keberadaan “jalan tikus” di sekitar lokasi lama ditengarai menjadi celah kebocoran pendapatan daerah.
Solusi Teknis Mengurai Kepadatan
Pergeseran lokasi pintu masuk ini diproyeksikan dapat memperpanjang jarak antrean kendaraan sebelum masuk ke area pantai. Dengan lahan yang lebih luas di perbatasan Desa Pananjung-Wonoharjo, petugas diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengatur sirkulasi kendaraan, sehingga ekor kemacetan tidak lagi mengunci akses jalan raya utama.
”Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Lokasi baru dianggap lebih representatif dan mampu menampung volume kendaraan yang lebih besar tanpa mengganggu aktivitas warga lokal di jalur Cikembulan,” tulis laporan resmi terkait perubahan tersebut.
Menutup Celah “Jalan Tikus”
Salah satu masalah klasik di kawasan Cikembulan adalah banyaknya akses jalan lingkungan atau “jalan tikus” yang sering dimanfaatkan oknum wisatawan untuk masuk ke kawasan pantai tanpa melalui jalur resmi. Hal ini tidak hanya memicu kemacetan di jalan sempit, tetapi juga merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata.
Dengan pemindahan ke titik perbatasan Desa Pananjung dan Wonoharjo, pengawasan di pintu masuk diharapkan menjadi lebih terintegrasi dan meminimalisir potensi kebocoran tersebut.
Dampak Bagi Wisatawan dan Pelaku Usaha
Perubahan ini membawa sejumlah penyesuaian lapangan:
- Akses Utama: Wisatawan kini diarahkan melalui jalur baru yang lebih tertata di area perbatasan.
- Kelancaran Arus: Diharapkan tidak ada lagi penumpukan kendaraan yang stagnan di area Cikembulan Pass.
- Penataan Kawasan: Relokasi ini merupakan bagian dari upaya besar Pemkab Pangandaran dalam menata ulang kawasan pantai agar lebih ramah bagi pedestrian dan kendaraan.
Hingga saat ini, pihak terkait terus melakukan sosialisasi kepada para sopir bus pariwisata dan agen perjalanan agar menyesuaikan rute masuk menuju jantung wisata Pangandaran melalui pintu yang baru ditetapkan tersebut.


