JAKARTA – Pengurus Besar PSSI (Exco) Arya Sinulingga menyebut sepak bola Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain, terutama di Eropa. Fakta ini terungkap usai bertandang ke klub Jerman, Eintracht Frankfurt.
Dalam kesempatan tersebut, PSSI mempelajari pengelolaan liga, klub, struktur teknik dan olahraga, serta pengelolaan liga dalam pembinaan usia muda. Arya membandingkan situasi sepak bola di Indonesia saat ini yang masih tertinggal jauh.
Ini kemudian menjadi pekerjaan besar PSSI untuk mengejar ketinggalan. Meski sulit, Arya yakin masih ada harapan untuk membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik.
Kunjungan ke DFL Frankfurt, mempelajari Management League, Management Club, struktur teknis dan olahraga serta bagaimana manajemen liga mendukung pembinaan pemain muda, kata Arya dalam unggahan Instagramnya, @arya.m.sinulingga, Kamis-Jumat ( 6/8/2023).
“Kita tertinggal jauh dan kita harus bekerja keras mengejar ketertinggalan. Tapi ada harapan untuk membangun sepak bola Indonesia mendunia,” sambungnya kemudian.
Sebelumnya, Presiden Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir juga sempat angkat bicara soal pendidikan sepakbola usia muda. PSSI saat ini sedang mencari Direktur Teknik (Dirtek) dari Jerman.
Ini merupakan bentuk kerjasama yang dibentuk PSSI dengan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB). Selain Jerman, PSSI juga mengajak Japanese Football (JFA) untuk bekerja sama dalam masalah perwasitan dan timnas putri.
Selain itu, PSSI saat ini berhasil membawa Timnas Argentina sebagai juara Piala Dunia 2022 menjadi lawan Skuad Garuda di putaran FIFA pada Juni mendatang. Albiceleste akan menghadapi tim Merah-Hitam pada 19 Juni di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Selain itu, tim Indonesia juga akan menghadapi tim top 100 lainnya, Palestina. Laga tersebut digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (14/6/2023).
Editor: Hadi Febriansyah
Ikuti berita Sportsstars di berita Google
