Arus Balik Arah Jabodetabek Macet, Ini 3 Skenario Lalu-lintas yang Berlaku
Jakarta – Kemacetan arus balik terjadi di sepanjang jalur menuju arah Jabodetabek pada Kamis malam, 5 Mei 2022. PT Jasa Marga (Persero) pun memberlakukan tiga rekayasa lalu-lintas berdasarkan diskresi dari kepolisian.
Skenario pertama, Jasa Marga menerapkan one way atau jalur satu arah. One way berlaku dari KM 188 Gerbang Tol (GT) Palimanan Jalan Tol Cikopo-Palimanan sampai KM 72 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta. One way dibuka sejak pukul 21.41 WIB.
Skenario kedua, petugas perseroan memberlakukan contraflow. Contraflow diterapkan untuk dua jalur secara bertahap di KM 72 hingga KM 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta pada Kamis malam pukul 22.52 WIB.
Selanjutnya ketiga, Jasa Marga menerapkan buka-tutup akses masuk Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ). Buka-tutup berlaku secara situasional. Adapun akses masuk portal Jalan Layang Tol MBZ pada KM 48 Arah Jakarta yang sebelumnya telah ditutup sejak pukul 20.42 WIB, kembali dibuka sejak pukul 21.32 WIB.
“Jasa Marga mengimbau agar pengguna jalan selalu berhati-hati dalam berkendara, jaga jarak aman, patuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Tody.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru sebelumnya menjelaskan one way dan contraflow dilakukan untuk mencegah kemacetan karena penumpukan kendaraan dari arah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menuju Jabodetabek.
“Pada saat arus mudik, masyarakat punya pilihan tanggal yang panjang untuk melakukan mudik. Sementara untuk arus balik, terfokus di akhir pekan ini, ditambah lagi kami melihat hingga H+2 kemarin yang melakukan perjalanan mudik masih tinggi,” ujar Heru.
Periode puncak arus balik diperkirakan lebih pendek ketimbang mudik. Puncak lalu-lintas kembali ke Ibu Kota disinyalir terjadi pada 6-8 Mei 2022.
Heru menyatakan kapasitas jalan tol yang terbatas harus diantisipasi dengan pemberlakuan rekayasa lalu-lintas tersebut. Berdasarkan simulasi yang dilakukan oleh Jasa Marga dan Badan Usaha Jalan Tol (BPJT), ada tiga indikator penentu pemberlakuan contraflow dan one way.
Indikator itu berbasis pada jumlah kendaraan per jam yang melewati gerbang tol utama, seperti Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, GT Palimanan Utama, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama arah Jakarta. Indikator pertama, one way di Jalan Tol Batang-Semarang sampai Jalan Tol Palimanan-Kanci dilakukan saat 3.500 kendaraan per jam melewati GT Kalikangkung.
Indikator kedua, one way di Jalan Tol Cikopo-Palimanan sampai KM 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek dilakukan saat 4.000 kendaraan per jam melalui GT Palimanan Utama. Adapun indikator ketiga, one way di Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan berlaku saat ada 6.200 kendaraan melintas per jam.


