Connect with us

BERITA

Artis Rizki Ridho Terjaring Razia Masker di Pangandaran

Dipublikasikan

pada

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Memasuki  liburan natal dan tahun baru (nataru) 2021 jajaran Polsek dan Koramil Pangandaran serta Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, terus gencar melakukan operasi yustisi.

Seperti yang terpantau di bundaran Tugu Ikan Marlin Pangandaran, sejumlah pengendara terjaring razia oleh petugas karena kedapatan tidak mempedomani protokol kesehatan.

Tak pandang bulu, kendaraan rombongan yang didalamnya ada artis kembar Rizki-Ridho yang baru saja tiba di Pangandaran pun dihentikan oleh petugas karena kedapatan tidak menggunakan masker.

Pelanggar yang tidak menggunakan masker diberikan edukasi dan sosialisasi terkait protokol kesehatan dan dicatat identitasnya melalui aplikasi Sicaplang oleh petugas Satpol PP Pangandaran.

Artis muda yang memiliki nama kepanjangan Rizki Syafaruddin ini, mengaku lupa tidak menggunakan masker saat berada di dalam mobil.

Dia menilai, penerapan protokol kesehatan (prokes) di Pangandaran cukup bagus.

“Prokes di Pangandaran bagus, ketat sekali,” kata Rizki yang didampingi saudara kembarnya Ridho Syafaruddin, Jumat, 25 Desember 2020.

Dirinya mengaku sudah beberapa kali berkunjung ke Pangandaran. Menurut dia, pembangunan di Pangandaran sangat pesat.

“Udah 4 kali saya ke Pangandaran. Kemarin sempat ikut ngetrail ke gunung. Sekarang nginep 3 hari di Pangandaran,” ujar Rizki.

Kedua artis kembar Rizki Ridho pun sepakat, untuk sektor pariwisata di Pangandaran makin berkembang pesat dan menjadi wisata unggulan di Jawa Barat.

“Jadi kami ingin membuka peluang bisnis di Pangandaran,” pungkasnya.

Di lokasi tampak Sekretaris Daerah Kab Pangandaran Kusdiana didampingi Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi, Danramil Pangandaran Mayor Inf Ikeu Masrika, Sekretaris Satpol PP Bangi dan Kabid Lalin Dinas Perhubungan Wahyu.

Dalam kesempatan itu Sekda Kusdiana mengatakan, atas intruksi Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat digelarnya rakor kemarin, operasi yustisi terus dilaksanakan bekerjasama dengan TNI-Polri dan dinas terkait di beberapa titik terutama titik keramaian.

“Dari Dinas Perhubungan juga membuka pos cek poin di lokasi-lokasi keramaian di kawasan obyek wisata,” ujar Kusdiana.

Kata Kusdiana, pengawas prokes pun terus dilakukan oleh tiap-tiap SKPD termasuk Dinas Kesehatan dan TNI-Polri.

Ditanya soal surat Rapid Test Antigen, Kusdiana mengatakan, bahwa Pangandaran mengikuti Surat Edaran dari Gubernur.

“Tapi untuk di Pangandaran hanya disarankan saja membawa surat Rapid Test Antigen. Kalo pengunjung bawa surat Rapid Antigen ya Alhamdulillah, kalo gak juga gak apa-apa. Yang penting prokes kita diperketat,” ujar Kusdiana.***

Advertisement
Comments

Nasional

Gempa Sulbar : Korban Meninggal Mencapai 42 Orang

Dipublikasikan

pada

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban akibat gempa M 6,2 yang terjadi di Sulawesi Barat. Total korban meninggal dunia saat ini sejumlah 42 orang.

“Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 42 orang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulis, Jumat (15/1/2021).

Data itu dihimpun per 15 Januari 2021 pukul 20.00 WIB. Ia mengatakan 42 korban meninggal dunia berasal dari dua kabupaten, yakni Mamuju dan Majane.

“Dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane,” sebutnya.

Ia juga mengatakan BNPB memutakhirkan data-data kerusakan akibat gempa bumi M 6,2 tersebut. Kerusakan di Kabupaten Mamuju antara lain Rumah Sakit Mitra Manakarra rusak berat, RSUD Kabupaten Mamuju rusak berat, serta kerusakan di Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning yang berlokasi di Takandeang, Tapalang Mamuju.

Sedangkan di Kabupaten Majene, 300 unit rumah rusak. Namun data itu masih dalam proses pendataan hingga kini. Selain itu, terdapat tiga rumah sakit yang saat ini aktif untuk pelayanan kedaruratan di Kabupaten Mamuju, antara lain RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulawesi Barat, dan RSUD Kabupaten Mamuju.

Ia mengatakan sebagian wilayah di Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik dan sebagian lainnya masih mengalami gangguan. Kabupaten Majene masih dilakukan proses perbaikan arus listrik sehingga seluruh wilayah masih dalam keadaan padam.

“BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Polewali Mandar masih melakukan pendataan dan mendirikan tempat pengungsian serta berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, relawan dan instansi terkait dalam upaya pencarian para korban terdampak gempa tersebut,” tuturnya.

Ia juga menyebut BNPB telah mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Bantuan itu antara lain mengerahkan empat helikopter dalam mendukung penanganan darurat, 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit genset 5 kVA.

sumber : detikcom

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Cegah Pandemi Covid-19, Pemkab Pangandaran Berlakukan Pengetatan Wilayah 

Dipublikasikan

pada

Oleh

PARIGI – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menggelar Rapat koordinasi tentang sosialisasi ketentuan pengetatan wilayah di Kabupaten Pangandaran di Aula Setda Pangandaran, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jumat (15/01/2021).

Sosialisasi tersebut dipimpin langsung Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata didampingi Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari.

Selain itu, turut hadir Sekda Kabupaten Pangandaran Drs. H. Kusdiana, M.M., Asda I Drs. Rida Nirwana, Asda III Drs. H. Suheryana, M.M., Kadis Kesehatan drg. Yani Ahmad Marzuki, Kadisparbud Untung Saeful Rokhman, S.Sos., M.Si., Sekdis Pora Agus Nurdin, Camat Parigi, Kapolsek dan Danramil se- Kabupaten Pangandaran, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Pangandaran, serta Ketua MUI se-Kabupaten Pangandaran.

Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai dasar instansi terkait dan para tokoh masyarakat dalam rangka menyampaikan informasi mengenai pengetatan wilayah di Kabupaten Pangandaran.

Ketentuan ini diberlakukan sebagai upaya bersama mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19 yang saat ini kasusnya terus meningkat.

“Semoga pengetatan ini dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Pangandaran dan membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Corona,” kata bupati.

Adapun hasil dari sosialisasi pengetatan, Bupati menuturkan, ada delapan poin yang akan disampaikan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Pangandaran. Poin-poin tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama unsur dan instansi terkait pencegahan Covid-19.

“Kegiatan pengajian akbar lebih diperketat, aktifitas wisata maksimal sampai pukul 22.00 WIB, hajatan hanya sampai pukul 17.00 WIB dengan catatan tidak ada kasus terkonfirmasi positif lebih dari 10, toko modern dibatasi waktunya, ditiadakan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa, pembatasan jam serta kapasitas pengunjung warung dan cafe, pemberian sanksi kepada warga tidak menggunakan masker, dan sekolah pembelajaran jarak jauh,” tuturnya.

Sementara, Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi, SH., M.M., mengatakan, pihaknya akan siap bersinergi dengan TNI dan Pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Setiap anggota Polsek jajaran Polres Ciamis di wilayah Kabupaten Pangandaran siap sedia melakukan penegakan disiplin kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

“Kami siap bersinergi membantu Pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah hukum Polres Ciamis salah satunya di Kabupaten Pangandaran,” ungkap Kompol Suyadi.

Sebagai informasi, pelaksanaan sosialisasi ditengah masa pandemi Covid-19 tetap mempedomani protokol kesehatan.

Setiap orang yang hadir diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan sebelum memasuki ruangan dan dilakukan pengecekan suhu tubuh. Itu semua dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19. (Iwan/SP)

Lanjutkan membaca

Pangandaran

Kasus Corona di Pangandaran Meningkat, Operasional Tempat Hiburan Malam Dibatasi

Dipublikasikan

pada

PARIGI – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menetapkan aturan jam operasional bagi tempat hiburan malam di kawasan wisata Pantai Pangandaran, maksimal sampai jam 21.00 WIB.

Tak main-main, jika membandel Pemkab Pangandaran akan membubarkan dan mencabut izin usahanya.

Selama ini kegiatan hiburan malam seperti bar, karaoke dan cafe di kawasan pantai Pangandaran beroperasi seperti biasa.

Setiap akhir pekan, selalu ramai pengunjung dan terjadi kerumunan terutama di bar. Tempat hiburan karaoke juga masih beroperasi setiap malam.

Suasana malam di kawasan wisata pantai Pangandaran seperti tidak sedang dalam kondisi pandemi Corona.

Kalau pun ada yang beda, hanya keberadaan fasilitas cuci tangan dan spanduk imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Untuk aktifitas hiburan malam di kawasan wisata sampai jam 9 malam,” kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, usai rapat koordinasi di aula kantor Pemkab Pangandaran, Jumat (15/1/2021) siang tadi.

Dia juga menegaskan akan mengambil langkah tegas jika para pelaku usaha hiburan malam membandel. “Jika melanggar akan kita bubarkan lalu kita cabut izinnya,” kata Jeje.

Jeje mengatakan langkah ini karena Kabupaten Pangandaran saat ini sedang menjalankan statusnya sebagai daerah yang melaksanakan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

“Di Jawa Barat itu ada 20 daerah yang PSBB atau PPKM. Sedangkan Pangandaran berstatus AKB. Tapi kami ingin terus mendisiplinkan masyarakat,” kata Jeje.

Jeje mengingatkan bahwa belakangan tren kasus COVID-19 terus mengalami peningkatan. Kondisi ini menuntut Pemkab Pangandaran untuk bersikap lebih tegas terhadap upaya-upaya kepatuhan terhadap protokol kesehatan. (Iwan/SP)

Lanjutkan membaca

Jawa Barat

Ini Kondisi Daerah Terdampak Longsor di Sumedang Versi PVMBG

Dipublikasikan

pada

Oleh

SUMEDANG – Bencana longsor yang terjadi di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang itu telah mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerugian kerusakan harta benda. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan berbagai macam kondisi daerah bencana berdasarkan kajiannya.

Kepala PVMBG Ir. Kasbani mengatakan, secara morfologi, kondisi daerah bencana merupakan perbukitan bergelombang yang berada di ketinggian antara 735-778 meter di atas permukaan laut (MDPL). “Memiliki sudut kelerengan berkisar antara 35-40 derajat, daerah bencana merupakan daerah perbukitan curam yang membentuk morfologi tapal kuda berbentuk U atau V,” kata Kasbani, Kamis (14/1/2021).

Lebih lanjut, secara geologi daerah di mana lokasi bencana ini memang terlihat sangat berpotensi. Dilihat dari Peta Geologi Lembar Bandung, daerah bencana tersusun oleh hasil gunung api muda tak teruraikan (Qyu) berupa pasir tufaan, lapili, breaksi, lava, dan aglomerat.

“Pengamatan lapangan menunjukkan tubuh morfologi bukit di Desa Cihanjuang didominasi oleh batuan lava dengan tanah pelapukannya berwarna orange-coklat dengan ketebalan rata-rata 1,5-2 meter dan menebal di alur lembah bercampur dengan tanah longsoran lokal maupun urugan,” jelasnya.

Kondisi ini diperparah dengan ditemukannya longsoran vulkanik berupa fragmen lava dengan material tanah. Kasbani mengatakan, karakteristik batuan yang turut mengontrol pergeseran tanah merupakan unit satuan dari pelapukan tubuh lava yang bersifat masif dan kedap air.

Kemudian, dari segi tata guna lahan di Desa Cihanjuang terbagi menjadi tiga bagian. Dia mengatakan, pada bagian lereng atas merupakan lahan pemukiman, lereng tengah masih berupa wilayah pemukiman dan kebun campuran, sedangkan lereng bagian bawah yang relatif landai merupakan lahan jalur jalan utama dan pemukiman.

Kasbani juga menjelaskan dari sisi keairan wilayah bencana. Menurutnya dengan kondisi wilayah yang berbentuk tapal kuda, maka sifat tanah pelapukan tebal memiliki tekstur gembur, namun juga wilayah tangkapan air lokal dan alur air. “Drainase air di wilayah pemukiman lereng bagian atas sebagian mengalir ke arah alur air tebing longsor. Informasi BMKG menunjukkan intensitas curah hujan 100mm pada saat kejadian gerakan tanah,” katanya.

Dari keseluruhan kondisi daerah, maka dapat disimpulkan Kecamatan Cimanggung termasuk dalam zona potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. “Artinya daerah ini mempunyai potensi untuk terjadi pergerakan tanah,” tuturnya.

“Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguanm sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali,” sambungnya.

Kasbani kemudian menyarankan agar ada penataan ulang kawasan di alur terdampak longsor. Dia mengatakan, sebaiknya tanah tersebut dikosongkan karena tanah bersifat gembur dan mudah dijenuhi air.

“Dan wilayah pemukiman yang masuk dalam alur gerakan tanah/longsor yang telah terbentuk tersebut agar direlokasi,” pungkasnya.

sumber : detikcom

Lanjutkan membaca

Nasional

Habib Rizieq Shihab Dipindahkan ke Bareskrim Polri

Dipublikasikan

pada

Oleh

JAKARTA – Tersangka penghasutan kerumunan, Habib Rizieq Shihab resmi dipindah oleh pihak kepolisian ke rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri. Habib Rizieq dipindah di tengah kondisinya yang masih sakit.

Awalnya pemindahan Habib Rizieq ke rutan Bareskrim disampaikan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Dia menyebut Habib Rizieq dipindahkan siang kemarin.

“Iya (dipindahkan ke rutan Bareskrim Polri), rencana hari ini (kemarin),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (14/1/2021).

Pemindahan itu dilakukan untuk mempermudah tim penyidik mengurus pemberkasan kasus yang melibatkan Habib Rizieq. Selain itu, lanjut Andi, rutan Polda Metro Jaya sudah cukup padat.

“Pertimbangannya tahanan di PMJ terlalu padat, sekaligus untuk memudahkan penyidik Bareskrim dalam pemberkasan kasusnya,” ujarnya.

Pemindahan ini dilakukan saat Habib Rizieq masih dalam kondisi kurang sehat. Aziz Yanuar, salah satu anggota tim pengacara Habib Rizieq, meminta polisi memperhatikan kesehatan Habib Rizieq saat kliennya tersebut dipindahkan ke Rutan Bareskrim.

“Kami berharap pelayanan kesehatan dan perhatian kepada kesehatan beliau,” kata Aziz ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

sumber : detikcom

Lanjutkan membaca

Populer