Anomali Wisata Pangandaran: Kunjungan Stagnan, Pendapatan Justru Meroket Rp 12 Miliar
PANGANDARAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran mencatatkan performa gemilang pada sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Meski jumlah kunjungan wisatawan cenderung stabil jika dibandingkan tahun sebelumnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata justru melonjak tajam hingga melampaui target tahunan.
Berdasarkan data resmi Disparbud Pangandaran, total kunjungan wisatawan dari periode Januari hingga Desember 2025 mencapai 2,5 juta orang. Dari arus kunjungan tersebut, pemerintah daerah berhasil membukukan PAD sebesar Rp 47,5 miliar. Angka ini melampaui target yang dipatok pada awal tahun sebesar Rp 42 miliar.
Memutus Kebocoran Pendapatan
Fenomena kenaikan pendapatan ini menjadi sorotan lantaran terjadi di tengah jumlah wisatawan yang relatif stagnan. Pada tahun 2024, PAD sektor wisata berada di angka Rp 34,7 miliar. Dengan jumlah pelancong yang tidak jauh berbeda di tahun 2025, terjadi lonjakan pendapatan hingga lebih dari Rp 12 miliar.
Disparbud mengungkapkan bahwa kenaikan signifikan ini merupakan hasil dari langkah “bebenah” sistem pengelolaan retribusi. Terdapat tiga strategi utama yang diterapkan secara ketat di lapangan:
- Penutupan Jalur Masuk Ilegal: Petugas memperketat pengawasan dan menutup “jalur tikus” yang selama ini digunakan oknum untuk menghindari gerbang retribusi resmi.
- Pemberantasan Tiket Palsu: Berkaca dari kendala di tahun sebelumnya, sistem pengawasan tiket kini lebih terintegrasi untuk mengantisipasi peredaran tiket ilegal.
- Revitalisasi Sistem Retribusi: Perbaikan manajemen di pintu masuk guna memastikan seluruh pendapatan tercatat secara transparan.
Sebaran Wisatawan di Destinasi Unggulan
Pantai Pangandaran masih menjadi magnet utama bagi wisatawan lokal untuk mengisi waktu libur maupun healing. Dari total 2,5 juta kunjungan, Pantai Pangandaran menyerap porsi terbesar dengan jumlah 1,6 juta orang.
Posisi selanjutnya diikuti oleh Pantai Batukaras dengan 346 ribu kunjungan, Pantai Batu Hiu sebanyak 180 ribu kunjungan, dan Pantai Karapyak mencapai 176 ribu kunjungan. Sementara itu, Pantai Madasari mencatatkan 155 ribu kunjungan, serta objek wisata air Green Canyon yang menarik sebanyak 77,8 ribu wisatawan.
Melalui perbaikan tata kelola ini, Disparbud Pangandaran menjamin bahwa berbagai destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran kini semakin aman dan nyaman. Reformasi sistem retribusi ini tidak hanya berdampak pada kas daerah, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan bagi para pengunjung.


