Angin Kencang Terjang Pangandaran, Rumah Lansia di Ciganjeng Rata dengan Tanah
PANGANDARAN – Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengakibatkan sebuah rumah semipermanen roboh, Sabtu, 24 Januari 2026. Bangunan milik seorang lanjut usia (lansia) itu tak kuat menahan hempasan angin hingga rata dengan tanah.
Peristiwa tersebut menimpa kediaman Dinem, 81 tahun, warga Blok Sidamulya RT 01 RW 08, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang. Insiden terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.
Kepala Desa Ciganjeng, Imang Wardiman, membenarkan kejadian itu. Menurut dia, konstruksi rumah yang didominasi dinding anyaman bambu dan atap genteng membuat bangunan rentan terhadap tiupan angin kencang.
”Angin kencang merobohkan satu rumah warga di Blok Sidomulyo. Seluruh bangunan rumah itu roboh total,” ujar Imang saat dihubungi, Sabtu siang.
Penghuni Dievakuasi
Imang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, pemilik rumah berhasil selamat, meski kini harus menanggung kerugian materiil akibat tempat tinggalnya rusak berat.
Pihak pemerintah desa telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan melaporkan kejadian ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran.
”Untuk penghuni rumah, sementara ini sudah kami evakuasi ke rumah keluarganya yang lebih aman,” kata Imang.
Cuaca Ekstrem Sejak Jumat
Berdasarkan pantauan di lapangan, intensitas angin kencang di wilayah Kecamatan Padaherang sudah terasa sejak Jumat, 23 Januari 2026. Selain merobohkan rumah Dinem, angin juga merusak atap beberapa rumah warga lainnya.
”Baru kali ini anginnya sangat besar. Selain rumah roboh, ada juga rumah yang atapnya terlepas,” tutur Imang.
Menyikapi kondisi cuaca yang tidak menentu, Imang mengimbau masyarakat Desa Ciganjeng untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga menghindari aktivitas di dekat pohon besar yang rawan tumbang.
”Sekarang sedang musim angin kencang. Kami harap warga waspada, hindari pohon besar. Jika ada pohon yang sekiranya membahayakan di dekat permukiman, sebaiknya segera ditebang,” ujarnya.


