PANGANDARAN, SPC – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (2/3/2026) sore, mengakibatkan kerusakan di lima desa di Kecamatan Padaherang.

​Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Nay Suryana, menyatakan bahwa berdasarkan hasil asesmen hingga Selasa (3/3/2026) pagi, tercatat sebanyak 319 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat musibah pohon tumbang tersebut.

​”Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.45 WIB kemarin. Cuaca ekstrem menyebabkan banyak pohon tumbang dan menimpa hunian warga di lima desa,” ujar Nay dalam keterangannya, Selasa.

Rincian Kerusakan di Lima Desa

​Data dari Tagana Pangandaran menunjukkan bahwa Desa Padaherang menjadi wilayah dengan dampak paling luas. Berikut adalah rincian warga terdampak di masing-masing desa:

  1. Desa Padaherang: 134 KK (21 rusak berat, 30 sedang, 83 ringan)
  2. Desa Karangpawitan: 104 KK (7 rusak berat, 2 sedang, 95 ringan)
  3. Desa Karangsari: 50 KK (3 rusak berat, 2 sedang, 45 ringan)
  4. Desa Paledah: 21 KK (2 rusak berat, 19 ringan)
  5. Desa Sindangwangi: 10 KK (8 rusak berat, 1 sedang, 1 ringan)

​Nay menambahkan, meski jumlah warga terdampak di Desa Sindangwangi paling sedikit, namun tingkat kerusakan bangunan di sana cukup parah dengan 8 unit rumah masuk kategori rusak berat. Kerugian materiil diperkirakan mulai dari Rp 1.000.000 hingga puluhan juta rupiah.

Penanganan dan Kondisi Warga

​Segera setelah kejadian, personel Tagana dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Fokus utama petugas adalah membersihkan batang pohon yang menimpa bangunan warga.

​”Tim Tagana melakukan respons cepat dengan fokus utama pada evakuasi pohon tumbang. Kami juga dibantu oleh masyarakat, pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas secara gotong royong,” kata Nay.

​Hingga saat ini, laporan resmi mencatat tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Warga juga dilaporkan tidak ada yang mengungsi ke tempat pengungsian terpusat.

​Meski demikian, bantuan logistik saat ini sangat dibutuhkan oleh para penyintas bencana. “Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup atap yang rusak serta bantuan sembako,” pungkasnya.

​Pemerintah setempat bersama unsur TNI-Polri dan relawan terus bersiaga di lokasi guna memastikan proses pembersihan puing-puing bangunan berjalan lancar dan warga mendapatkan penanganan yang layak.