Aksi Donor Darah RSUD Pandega Pangandaran: Setiap Tetes adalah Harapan
PANGANDARAN — Di salah satu sudut RSUD Pandega Pangandaran, Senin, 9 Februari 2026, keriuhan terasa berbeda. Bukan antrean pasien biasa yang tampak, melainkan deretan warga dan petugas yang antusias menyingsingkan lengan baju. Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Pangandaran, sebuah kerja kolaboratif bertajuk aksi donor darah kembali digelar sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.
Bagi RSUD Pandega, agenda ini bukan sekadar rutinitas medis di atas kertas. Ia adalah manifestasi dari solidaritas kemanusiaan yang melampaui batas instansi. Di tengah fluktuasi stok darah nasional yang kerap menjadi tantangan pelik, setiap kantong darah yang terkumpul hari itu adalah “napas baru” bagi mereka yang tengah berjuang di ruang-ruang perawatan kritis. Dari meja registrasi hingga ranjang pengambilan darah, suasana dipenuhi semangat berbagi yang tenang namun bertenaga.
”Setiap tetes darah Anda sangat berarti,” demikian pesan yang terpampang jelas pada spanduk kegiatan. Sebuah kalimat sederhana yang mengingatkan bahwa kepedulian tak selalu harus berupa materi besar. Seringkali, harapan hidup justru lahir dari kerelaan berbagi kehidupan yang mengalir dalam nadi sendiri. Aksi ini juga menjadi pengingat bagi publik bahwa setetes darah yang diberikan secara sukarela dapat menjadi penyelamat saat detik-detik krusial medis tiba.
Apresiasi mendalam layak disematkan kepada para pendonor dan seluruh pihak yang terlibat. Berkat partisipasi aktif mereka, rantai kemanusiaan ini tetap tersambung kuat, memastikan bahwa tak ada pasien yang kehilangan waktu berharga hanya karena ketiadaan stok darah. Langkah ini membuktikan bahwa di tengah kesibukan birokrasi dan pelayanan kesehatan, sisi humanis tetap menjadi kompas utama.
Langkah kecil dari pesisir Pangandaran ini adalah investasi kebaikan untuk masa depan. Semoga semangat ini terus merawat kesehatan kolektif kita semua.
