Akhir Penantian Puluhan Tahun: Jembatan Gantung Harumandala Kini Hubungkan Pangandaran-Tasikmalaya
PANGANDARAN – Derasnya arus sungai tak lagi menjadi momok bagi Laela Sari. Puluhan tahun lamanya, guru SMP dan SMK Darul Hikmah itu memendam rindu akan akses penyeberangan yang layak. Selama itu pula, ia harus menyaksikan para siswanya bertaruh nyawa menembus rintangan sungai demi menuntut ilmu.
Kini, kecemasan itu sirna. Bentangan baja Jembatan Gantung Harumandala kini berdiri kokoh, menjadi nadi penghubung baru antara Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran dengan Desa Sindangasih, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.
“Sudah menjadi impian selama berpuluh-puluh tahun. Ini merupakan jembatan yang dipakai untuk akses ekonomi warga dari dua desa tersebut,” ujar Laela saat ditemui di lokasi, Senin, 26 Januari 2026.
Penyambung Asa Pendidikan dan Ekonomi
Sejak rampung dikerjakan pada akhir Desember 2025, jembatan ini langsung mengubah wajah sosial-ekonomi kedua desa. Laela menuturkan, keberadaan jembatan ini sangat vital mengingat banyaknya institusi pendidikan—mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMK—yang tersebar di wilayah perbatasan dua kabupaten tersebut.
Sebelum jembatan ini terbentang, isolasi adalah makanan sehari-hari warga. Petani kesulitan mengangkut hasil bumi ke sawah maupun ladang. Situasi kian pelik saat musim penghujan tiba.
“Apalagi ketika musim hujan, akses masyarakat untuk pergi ke ladang sangat terputus sekali,” kata Laela.
Dampaknya merembet ke sektor pendidikan. Saat cuaca buruk dan debit air sungai meninggi, anak-anak sekolah terpaksa meliburkan diri karena risiko yang terlalu besar. Meski ada jalur alternatif darat, rutenya memutar sangat jauh dan membebani mobilitas warga.
“Kini akses jauh lebih dekat, jauh lebih nyaman. Bisa dilalui oleh pejalan kaki dan roda dua,” tambahnya dengan wajah sumringah.
Instruksi Presiden dan Gerak Cepat TNI AD
Realisasi jembatan ini tidak lepas dari atensi pemerintah pusat. Laela secara khusus mengapresiasi Presiden RI Prabowo Subianto yang dalam beberapa pidatonya menginstruksikan pembangunan jembatan darurat di wilayah-wilayah terisolir.
Instruksi tersebut diterjemahkan dengan sigap oleh TNI Angkatan Darat. Di bawah komando KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, personel TNI AD bergerak cepat membangun infrastruktur tersebut.
”Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak KSAD yang telah membangun jembatan ini. Jembatan ini sangat bermanfaat,” ucap Laela.
Namun, jembatan ini bukan hanya soal baja dan beton, melainkan juga simbol gotong-royong. Percepatan pembangunan Jembatan Gantung Harumandala juga didorong oleh swadaya dan semangat warga Desa Sindangasih serta Desa Harumandala yang bahu-membahu bersama aparat.
“Terima kasih kepada warga di kedua desa yang sudah swadaya membangun jembatan ini dengan semangat dan penuh gotong-royong,” tutup Laela.
Kini, Jembatan Harumandala bukan sekadar penghubung dua daratan, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih baik bagi ribuan warga di perbatasan Pangandaran dan Tasikmalaya.


