A-jack Breakwater Tahap Satu di Pantai Barat Pangandaran Mulai Dipasang

  • Whatsapp

SEPUTARPANGANDARAN.COM Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat mulai bernafas lega, pasalnya kapal tongkang yang akan memuat dan memasang ribuan a-jack breakwater sudah tiba di Pelabuhan Pangandaran, di Bojongsalawe, Kecamatan Parigi.

Tampak beberapa kendaraan trailer pengangkut hilir mudik dari tempat pencetakan di kawasan pelabuhan ke dermaga. Sementara alat berat crane memuat ajack dari atas trailer ke dalam kapal tongkang untuk di bawa dan dipasang sebagai penahan gelombang di perairan pantai barat Pangandaran.

Bacaan Lainnya

Pembangunan breakwater tersebut untuk menunjang pariwisata di Pangandaran untuk memperluas area berenang sesuai yang diharapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, selain penata kawasan pantai, sesuai tujuannya menjadikan pantai Pangandaran seperti mirip-mirip pantai di Hawai.

Kepala UPTD Ciwulan Cilaki Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat, Aseng Supriadi selaku PPK pembangunan Breakwater di Pantai Barat Pangandaran mengatakan, progres pencetakan ajack sudah hampir 80 persen.

“Hari ini kapal tongkang pengangkut ajack sudah datang dan ajack mulai di muat dan diangkut dari dermaga di Parigi ke pantai barat Pangandaran untuk di pasang,” ungkap Aseng usai melakukan sosialisasi dimulainya pemasangan ajack breakwater yang melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, Syahbandar Dirjen Perhubungan Laut serta perwakilan nelayan di aula Setda Kab Pangandaran, Selasa, (17/12/2019).

Hanya saja, kata Aseng dalam pemasangan ajack ada batasan-batasan waktu yaitu tidak bisa bekerja pada malam hari karena akan mengganggu aktivitas para nelayan saat melaut, maka dirinya pesimis dalam pembangunan breakwater di pantai barat Pangandaran tidak sesuai batas waktu yang ditargetkan yakni pada 28 Desember 2019.

“Tapi kelihatannya niat atau gerak dari penyedia jasa sangat serius untuk menyelesaikan pekerjaan ini, walaupun melewati tahun anggaran, kita berlakukan denda dengan pembayaran ditahun berikutnya,” ujarnya,

Dirinya juga mengatakan, pekerja tahap dua akan dilanjutkan ditahun anggaran 2020 dengan panjang breakwater 132 meter lebar 24 hingga 26 meter.

“Tahap satu yang sekarang dikerjakan panjang breakwater 120 meter dan lebar 26 meter. Jadi total keseluruhan dengan pekerjaan tahap dua panjang breakwater mencapai 252 meter,” ujarnya.

Aseng menambahkan selama proses pemasangan ajack breakwater di Pantai Barat Pangandaran tidak terlepas pengawalan dari TNI-Polri dan Sat Polair Polres Ciamis.

Sementara di lokasi dermaga PPTK PDSA Provinsi Jawa Barat Heri Prajitno menambahkan, Kapal tongkang yang memiliki bobot 250 feet panjang 70 meter, lebar 20 meter, tinggi 4.66 meter dan mesin tugboat 4 turbo yang dilengkapi berupa alat berat crane.

“Untuk proses sekali pemasangan dari mulai muat ajack dan perjalanan kapal tongkang dari dermaga hingga pemasangan ajack di pantai barat memakan waktu 8 jam. Jadi untuk menyelesaikan semua pekerjaan pada tahap satu bisa mencapai 5 trip dengan kapal tongkang dengan bobot 250 feet ini,” ujarnya.

Sebelumnya Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan surat ijin untuk menindaklanjuti pengoperasian pelabuhan Pangandaran yang belum lama ini selesai di bangun, melalui surat Bupati Pangandaran nomor 552/2684-setda 06/2019 tanggal 4 November 2019 perihal permohonan dispensasi penggunaan pelabuhan Pangandaran. (*)

Pos terkait