Aplikasi Penerjemah Tangisan Bayi, Temuan Keren Dosen IPB
SETIAP orang tua mungkin sedang dalam fase resah dan bingung dengan tangisan bayinya yang masih bayi. Selain itu, menangis adalah metode komunikasi tertua pada manusia.
Berdasarkan hal tersebut, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Medhanita Dewi Renanti, mengembangkan aplikasi penerjemah tangis bayi yang diberi nama Madsaz.
Tangisan pada bayi seringkali sulit dipahami oleh orang tua. Namun pemahaman orang tua tentang arti tangisan bayi sangatlah penting, karena dengan tangisan bayilah bayi mampu menyampaikan hal-hal krusial seperti menunjukkan rasa tidak nyaman, meminta agar kebutuhannya dipenuhi, mengungkapkan perasaan dan berusaha. untuk mempererat ikatan dengan anak-anak mereka. . pengasuh.
Temuan aplikasi penerjemah ini menjadi keharusan dan motif yang kuat bagi orang tua untuk membantu memahami bahasa bayinya. Tak heran, aplikasi ini telah diunduh oleh lebih dari 257 ribu orang dari 176 negara di seluruh dunia.
Baca juga:
Gaun malam ini membawa Indonesia mengangkat piala di ajang kecantikan dunia
Menurut Medhanita, penerapan yang efektif untuk bayi usia 0-3 bulan memberikan dampak yang baik. Karena dapat membuat orang tua lebih percaya diri dalam merawat dan memahami bayinya.
“Alhamdulillah manfaat aplikasi ini telah membantu banyak ibu terutama yang baru melahirkan untuk menerjemahkan tangisan bayinya,” kata Medhanita dikutip dari laman Vokasi Kemendikbud.
Tanpa mitigasi, hasil dari penggunaan aplikasi ini dianggap akurat hingga 94%.
Meski sudah lama tidak populer, namun sepertinya ide pembuatan aplikasi ini sudah ada sejak tahun 2011. Ide tersebut muncul dari kepala Guru Manajemen Komputer ini saat sedang hamil dan mengikuti seminar tentang tumbuh kembang anak.
“Saya mendapat informasi bahwa bayi memiliki bahasa yang dapat diartikan atau diartikan oleh orang dewasa dan saat itu belum ada. Perangkat lunak yang berbasis Android untuk menerjemahkan tangisan bayi,” jelas Medhanita.
Baca juga:
PemudaBisa! untuk melatih talenta-talenta muda Indonesia
Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 2013, ia mulai mengerjakan aplikasi desktop yang bisa berperan sebagai penerjemah tangis bayi. Kemudian, pada tahun 2015, aplikasi tersebut diperluas dengan memperkenalkannya dalam versi Android.
Kini aplikasi tersebut semakin berkembang dengan hadirnya versi bahasa Inggris yang dapat diunduh melalui Playstore.
Medanita juga mulai disibukkan dengan menghadiri wawancara dan jadwal wawancara dari berbagai pihak. Tapi dia enggan membusungkan dadanya. Dia menyebut penemuan ini sebagai hasil dari upaya bersama.
“Bukan saya yang besar, tapi Tuhan yang selalu menyertai, doa orang tua, suami, keluarga besar dari Banyuwangi, Pontianak, Surabaya Tasikmalaya, Bandung, dan semuanya. Pembimbing saya, mahasiswa, tim yang solid, civitas akademika IPB khususnya SMK, rekan-rekan media dan semua pihak yang banyak membantu,” kata Medhanita di akun Instagramnya. (dsh)
Baca juga:
Erick Thohir mengunjungi Indonesia Coffee Festival 2023
