Merah Putih. dengan – Perwira Gabungan TNI AL dan Bais TNI di Kota Dumai, Provinsi Riau menggagalkan pengiriman 17 calon pekerja migran (PMI) secara ilegal di sekitar Pantai Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Senin (3/6).

Danlanal Pangkalan TNI Angkatan Laut) Kolonel Dumai (P) Stanley Lekahena menjelaskan, puluhan calon TKI tersebut berasal dari Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Barat, Lampung dan sebagian Pulau Jawa.

Baca juga:

Demonstrasi di depan gedung UNHCR Kisruh, migran Afghanistan gunakan anak-anak sebagai ‘tameng’

Para PMI ilegal itu ditemukan tim dari Pangkalan Angkatan Laut Dumai (Lanal) yang berkumpul di kawasan hutan sawit menunggu penjemputan.

Ia mengatakan, sebagai upaya mencegah orang berangkat ke Malaysia tanpa prosedur resmi, juga diamankan puluhan smartphone, KTP, paspor, dan dompet.

“Dalam pemeriksaan tidak ditemukan barang-barang terlarang atau ilegal. Para pekerja migran yang diduga menjadi korban perserikatan tersebut akan kami serahkan ke Badan Perlindungan PMI setempat untuk diproses lebih lanjut,” kata Stanley.

Lekahena mengatakan, saat ditemukan di hutan dekat pantai, aparat tidak bisa menemukan pelaku penyelundupan karena dicurigai melarikan diri.

Kandidat ilegal PMI, terdiri dari 15 pria dan dua wanita, membayar biaya kepada penyelundup atau calo mulai dari R$5 juta hingga R$12 juta, atau tergantung daerah asal.

“Keberhasilan penangkapan ini tidak lepas dari informasi publik dan kerja sama tim gabungan TNI dan instansi terkait di wilayah Kabupaten Bengkalis,” kata Danlanal.

Baca juga:

Immigration Nation, Film Dokumenter The Sad History of Imigrans on the US Border



Source link