Dikukuhkan Kembali Jadi Ketua YKI Pangandaran, Ida Nurlaela Ajak Warga Biasakan Pola Hidup Sehat
Pangandaran – Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Pangandaran, Hj. Ida Nurlaela menyarankan masyarakat harus membiasakan diri dengan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko terkena penyakit kanker.
Hal itu disampaikan, usai dikukuhkan untuk kedua kalinya menjadi Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Pangandaran periode 2021-2026 di aula RSUD Pandega Pangandaran, Selasa (17/1/2024).
“Tantangan dalam penanggulangan kanker perlu dihadapi bersama-sama oleh setiap anggota masyarakat melalui pola hidup sehat,” kata dia.
Ia menekankan pola hidup sehat yang dia maksud adalah dengan menjaga berat badan agar tetap ideal, memperbanyak olahraga dan membiasakan pola makan yang sehat.
Melalui pola hidup sehat tersebut sejak usia muda, ia meyakini risiko terkena penyakit kanker akan dapat diturunkan sampai dengan 35 persen.

Dalam konferensi pers tersebut, Ida juga menyampaikan berdasarkan data world health organization (WHO) penyakit kanker merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, dimana kanker sebagai penyebab kematian nomor dua di dunia sebesar 13% setelah penyakit kardiovaskular.
Setiap tahun, lanjut Ida, 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. diperkirakan pada 2030 kejadian tersebut dapat mencapai hingga 26 juta orang dan 17 juta di antaranya meninggal akibat kanker, terlebih untuk negara miskin dan berkembang kejadiannya akan lebih cepat.
Meskipun kanker merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti, namun dipengaruhi oleh banyak faktor seperti merokok/terkena paparan asap rokok, mengkonsumsi alkohol, paparan sinar ultraviolet pada kulit, obesitas dan diet tidak sehat, kurang aktifitas fisik, dan infeksi yang berhubungan dengan kanker.
Para ahli memperkirakan bahwa 40% kanker dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko terjadinya kanker tersebut. Untuk itu diperlukan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah faktor risiko tersebut dan peningkatan program pencegahan dan penanggulangan yang tepat.
Permasalahan penanganan kanker telah mendapat perhatian dari berbagai kalangan medis dan para penggiat penyakit kanker yang ada di Kabupaten Pangandaran, kondisi ini sejalan dengan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran yaitu mewujudkan masyarakat pangandaran yang sehat.
Bagi pemerintah Kabupaten Pangandaran, tambah Ida, sektor kesehatan merupakan salah satu sektor strategis dalam menunjang pelaksanaan pembangunan daerah. Jika masyarakat sehat akan menjadi manusia yang produktif, kreatif dan inovatif.
Oleh karena itu terkait penanganan penyakit kanker, Pemerintah Kabupaten Pangandaran selama ini telah membangun kemitraan dengan YKI Cabang Kabupaten Pangandaran, untuk membantu sepenuhnya masyarakat dalam mensosialisasikan bahaya penyakit kanker juga membantu memberikan support baik moril maupun materil.
“Saya mengucapakan terimakasih kepada seluruh pengurus YKI Cabang Kabupaten Pangandaran, seluruh nakes yang ada di Kabupaten Pangandaran yang telah berupaya dan bekerja sama dalam menggugah dan mengajak masyarakat untuk berprilaku hidup bersih dan sehat guna pencegahan kanker,” ungkap Ida.
Lebih lanjut Dia menuturkan, tugas YKI dalam bidang promotif adalah melakukan penyuluhan dan pendidikan, sasarannya yaitu masyarakat umum dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker dan untuk menjalankan pola hidup sehat.
Untuk bidang preventif atau pencegahan terhadap penyakit kanker dapat dilakukan dengan kegiatan sosial kepada masyarakat salah satunya adalah melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serfik dan payudara, retino blastoma dan konsultasi dengan ahli tumor.
Untuk bidang suportif YKI dapat memberi dukungan berupa pelatihan penyuluhan tentang deteksi dini kanker terutama kanker serfik dan payudara.
Tentunya setelah pelantikan ini Selaku ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kabupaten Pangandaran, Ida berharap agar seluruh pengurus yang baru dilantik untuk segera melaksanakan tugas dan menggunakan potensi yang ada.
“Meski ini tugas tidak ringan mari kita berdedikasi tinggi profesional dan penuh semangat untuk melindungi masyarakat dari permasalahan kanker khususnya di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Sementara Ketua YKI Jawa Barat dr. Drajat R Suardi mengungkapkan, ada 70 persen kasus kanker stadium lanjut yang ditangani di klinik di Jawa Barat.
“Kenapa kita stagnan dalam melakukan pengobatan-pengobatan, karena yayasan kanker yang merupakan lembaga swadaya masyarakat kedepan bisa membantu dalam penanggulangan kanker dalam segi promosi dan prevensi,” kata Drajat, Selasa 17 Januari 2023.
Sehingga, kata Drajat, YKI bisa menggali kembali kasus-kasus yang baru yang stadiumnya lebih awal sehingga harapan kesembuhannya lebih tinggi.
“Apalagi saya lihat ibu bupati, (Ida Nurlaela Wiradinata) yang dilantik sebagai ketua YKI Pangandaran semangatnya sangat tinggi, begitu juga anak-anak muda yang menjadi pengurus saya yakin untuk penanganan kasus kanker di Kabupaten Pangandaran akan berhasil dengan baik,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, bahwa YKI Kab Pangandaran telah mendapatkan beberapa predikat tingkat satu di Jawa Barat.
“Sehingga dalam penanganan kasus kanker, YKI Kabupaten Pangandaran bisa mencapai nomor satu,” pungkasnya.***


