DKPKP Kabupaten Pangandaran Tidak Melarang Penggunaan Jaring Arad di Pangandaran
Penangkapan ikan menggunakan jaring arad bagi nelayan di Pangandaran sudah menjadi trend sejak lama.
Meskipun jaring modern kian berkembang, teknik jaring arad untuk nelayan di Pangandaran masih banyak digunakan.
Kepala Dinas Keluatan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) Kabupaten Pangandaran Dedi Surachman mengatakan, tidak ada pelarangan penggunaan jaring arad di Pangandaran, boleh saja dipergunakan, karena banyak jenisnya.
“Asalkan jaring yang tidak merusak ekosistem laut masih bisa digunakan, termasuk jaring arad yang ada di Pangandaran, semua itu tidak termasuk yang dilarang pemerintah,” kata Dedi. Senin (6/9/2022).
Ia mengatakan jaring yang tidak diperbolehkan merupakan alat penangkapan ikan yang tak mendukung ekologi di laut NKRI, salahsatunya cantrang.
Sementara sesuai Permen KP Nomor 59 Tahun 2020 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Alat Penangkapan Ikan serta Kepmen KP Nomor 6 Tahun 2020 tentang alat Penangkapan Ikan di WPPNR Alat penangkapan ikan yang dilarang antara lain kelompok jaring tarik yaitu dogol, pair seine, cantrang dan lampara dasar.
Selain itu kelompok jaring hela yaitu pukat hela dasar berpalang, pukat hela dasar udang, pukat hela kembar berpapan, pukat hela dasar pukat hela dasar dua kapal, pukat hela pertengahan dua kapal dan pukat ikan.
Adapun kelompok jaring insang yaitu perangkap ikan peloncat dan kelompok alat tangkap lainnya yaitu muro ami.
“Sedangkan jaring arad yang digunakan nelayan di Pangandaran posisinya melayang, jadi tidak menimbulkan kerusakan,” kata Dedi.***


