Penerima Rutilahu di Pangandaran Meningkat, Kecamatan Parigi Paling Banyak

Warga Pangandaran yang mendapat program Rutilahu tahun 2022 meningkat.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pangandaran Ruhendi mengatakan, penerima program ritilahu pada tahun 2020 ada 55 KK, 2021 25 KK, dan 2022 137 KK namun yang teralisasi sampai Agustus hanya 105, sisanya belum dilaksanakan.

Data yang diterima DetikJabar, penerima bantuan rumah layak huni tahun 2020 berada di Kecamatan Sidamulih sebanyak 10 KK, tahun 2021 Kecamatan Pangandaran sebanyak 6 orang dan tahun 2022 Kecamatan Parigi sebangak 31 orang.

“Ya peningkatan itu terjadi hasil pendataan yang dilakukan pihak desa, karena memang ada desa yang inisiatif melapor adapun yang baru dapat info dari warga,” kata Ruhendi. Senin (5/9/2022).

Menurutnya para penerima bantuan rumah layak huni sudah sesuai syarat yang menyatakah tanah milik sendiri. “Kalaupun tinggal ditanah orang lain, harus dapat izin surat pernyataan mengizinkan dari pemilik tanah,” ucap Ruhendi.

Adapun kategori yang termasuk rutilahu diantaranya, kondisi kontruksi rumah, tingkat ekonomi, usulan desa, baru crosscek, tanah pribadi dan proses pembangunannya ada swadaya masyarakat. “Karena anggaran Rp 20 juta tidak mungkin cukup, makannya saya seringkali meminta pihak desa menyiapkan anggaran tambahan berasal dari APBDES dan ada swaday,” ucapnya.

Baca juga:  Janda 2 Anak di Pangandaran Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Dinding Jebol Tanpa MCK

Sementara masih banyak laporan rutilahu yang tersendat regulasi karena tinggal dirumah milik orang lain.

Ia mengatakan masing-masing penerima bantuan mendapatkan Rp 20 juta per rumah. “Kami langsung transfer ke pemilik rumah, untuk dipergunakan perbaikan rumah,” katanya.***