Pangandaran – Puluhan komunitas mobil yang tergabung dalam Forum Lintas Komunitas Mobil (Folkom) Pangandaran, menggelar kegiatan Edukasi Prokes dan Vaksinasi Massal.
Kegiatan dalam rangka Deklarasi Folkom Pangandaran ini dilaksanakan di Alun-alun Paamprokan, Pantai Barat Pangandaran, Sabtu 25 September 2021.

Ketua pelaksana kegiatan, Avip Herdian Sucahyo menyampaikan Folkom Pangandaran dirintis sejak 21 Mei 2021, yang dirintis 9 klub mobil di Kabupaten Pangandaran.
“Tujuan pembentukan komunitas Folkom ini, sebagai upaya menjalin silaturahmi antar anggota klub mobil di Kabupaten Pangandaran,” kata Avip.
Dia menegaskan, kehadiran Folkom Pangandaran diharapkan dapat berpartisipasi, berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita berharap, kedepan ada kegiatan yang lebih terprogram dalam bidang pariwisata dan sosial untuk mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Pangandaran,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Pangandaran, Asep Noordin, saat membuka kegiatan menyampaikan, selama ini Pemkab Pangandaran, TNI Polri, SKPD dan stakeholder lainya sudah melakukan langkah luar biasa dalam percepatan vaksinasi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah dari 6 asesmen dalam penanganan pandemi Covid-19, 5 item telah mencapai level1. Tinggal soal vaksinasi yang baru level 2,” kata Asep.
Dia pun mengajak semua pihak, mendukung langkah pemerintah dalam program vaksinasi, yang menargetkan 50 persen masyarakat Pangandaran, sudah di vaksin dalam Minggu ini.
Vaksinasi Menjadi Tanggung jawab Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Asep pun menyampaikan apresiasi kepada komunitas mobil Folkom Pangandaran, yang menggagas dan menyelenggarakan vaksinasi massal pada 200 warga.
“Salut kepada Folkom Pangandaran. Karena mengedapankan gotong royong dalam mendukung program percepatan vaksinasi,” ujar Asep.
Folkom Pangandaran, telah melakukan kegiatan yang luar biasa. Karena, soal vaksinasi untuk melindungi kesehatan bukan hanya tugas pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab bersama.
Saat ini, pemerintah terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi kepada masyarakat. Pemerintah menargetkan pada Desember 2021, 70 persen warga Pangandaran sudah di vaksin.
Asep pun mengatakan, dari 10 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran, tinggal 2 kecamatan yang tecatat angka vaksinasinya masih kurang.
“Dua kecamatan tersebut adalah Cimerak dan Cigugur. Angka vaksinasinya masih kurang,” terangnya.
Kedepan, bukan hanya soal percepatan vaksinasi, tapi soal penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang harus memasyarakat.
“Penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga masih rendah. Hal itu terbukti, dari sekian banyak wisatawan yang datang ke Pangandaran, hanya 2000 yang menggunakan aplikasi ini,” kata Asep.
Ratusan Warga Antusias Ikuti Vaksinasi
Sementara itu dari pantauan, ratusan warga antusias mendatangi lokasi vaksinasi.
Mereka yang hadir melakukan vaksinasi tahap 1 maupun 2, dan hadir sejak pagi hari. Apalagi untuk 100 peserta pertama yang mengikuti vaksin, panitia memberikan uang transportasi alakadarnya.***





