Cafe Terapung di Pelabuhan Santolo, Usung Konsep Desa Wisata
SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pelabuhaan penyebrangan Santolo di Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran kini tampil berbeda.
Selain tempat hilir mudik penyebrangan lintas provinsi dari wilayah Jawa Barat ke Jawa Tengah, kawasan itu kini dilengkapi destinasi wisata. Wisata tersebut mengusung konsep desa wisata Santolo River Boat and Resto.
Koordinator petugas pelabuhan Kalipucang Eka Yulianti menyampaikan bahwa pembangunan desa wisata itu merupakan inisiatif pemuda Desa Kalipucang.
Harapannya ke depan bisa menjadi tambahan pendapatan bagi pelabuhan, pemerintah desa dan membantu pemberdayaan perekonomian masyarakat.
“Alhamdulilah respon masyarakat atau pengunjung sangat baik, Minggu (30/11/2020) ini hari pertama dibukanya wisata desa Santolo, antusias pengunjung cukup banyak dan mudah mudahan wisata ini bisa menjadi Inspirasi bagi daerah lain,” terang Eka.
Sementara itu Ragam Daman Wibawa selaku pengelola Santolo River Boat mengatakan pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan berkaitan dengan kondisi pandemi Corona.
“Pengunjung wisata yang datang pastinya harus mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, kami pun sediakan fasilitas pendukungnya,” kata Ragam.
Wisata ini menyuguhkan konsep cafe terapung dan restoran di atas perahu yang telah diseting sedemikian rupa layaknya perahu pesiar.
“Banyak yang bisa dilakukan wisatawan selain berfoto, bisa manyantap kuliner khas di atas perahu, penjelajahan sungai, memancing bahkan sambil menyaksikan live music,” kata Ragam.
Menurutnya untuk tarif naik perahu lumayan terjangkau, satu orangnya 20 ribu rupiah. Kalau untuk paket botram nasi liwet sampai Majingklak senilai 500 ribu ribu rupiah.
“Kalau untuk durasi waktu satu hari kurang lebih 1 juta rupiah dengan maksimal penumpang 10 orang,” ungkapnya. (Eris Riswana/SP)



1 Komentar