Ancaman Virus Nipah: Kenali Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahannya
PANGANDARAN – Di tengah upaya pemulihan kesehatan global, masyarakat kini diimbau untuk mewaspadai kemunculan Virus Nipah. Bukan sekadar kabar burung, virus ini merupakan ancaman nyata yang dikategorikan sebagai penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
RSUD Pandega Pangandaran mengingatkan bahwa meskipun kasusnya tergolong jarang, Virus Nipah memiliki tingkat fatalitas atau angka kematian yang sangat tinggi, berkisar antara 40 persen hingga 75 persen.
Mengenal Jalur Penularan
Virus Nipah utamanya bersumber dari hewan seperti kelelawar buah dan babi atau hewan ternak lainnya. Penularan kepada manusia dapat terjadi melalui beberapa jalur utama:
- Kontak Langsung: Berinteraksi tanpa pelindung dengan hewan yang terinfeksi.
- Cairan Tubuh: Terpapar droplet, urine, atau darah dari orang yang sedang sakit.
- Konsumsi Pangan: Memakan buah atau meminum cairan yang telah terkontaminasi oleh air liur atau kotoran hewan pembawa virus.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala biasanya mulai muncul dalam rentang 4 hingga 14 hari setelah terpapar. Beberapa indikasi yang harus segera ditangani meliputi:
- Demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
- Muntah disertai sakit tenggorokan.
- Mengantuk berlebihan dan penurunan kesadaran.
- Kasus Berat: Dapat memicu kejang hingga radang otak (ensefalitis).
Langkah Pencegahan: Kebersihan adalah Kunci
Hingga saat ini, belum tersedia obat khusus maupun vaksin untuk menangkal Virus Nipah. Oleh karena itu, langkah pencegahan mandiri menjadi pertahanan utama bagi Sahabat Pandega:
- Cuci dan Kupas: Selalu cuci bersih dan kupas buah sebelum dikonsumsi, serta hindari buah yang tampak bekas gigitan kelelawar.
- Masak Hingga Matang: Pastikan daging dimasak sempurna dan hindari mengonsumsi daging mentah.
- Proteksi Diri: Gunakan sarung tangan dan pakaian pelindung saat harus berinteraksi dengan hewan ternak.
- PHBS: Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta rutin mencuci tangan pakai sabun.
Layanan Konsultasi RSUD Pandega Pangandaran
Jika Anda atau kerabat mengalami gejala serupa, segera konsultasikan pada Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Pandega Pangandaran.


