Antisipasi Cuaca Ekstrem, Dishub dan BPBD Pangandaran Sisir Jalur Emplak
PANGANDARAN – Menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi, Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran melakukan langkah preventif di jalur rawan Emplak, Kecamatan Kalipucang. Petugas gabungan melakukan pemangkasan dahan pohon yang rimbun serta perbaikan sarana Penerangan Jalan Umum (PJU).
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya intensitas hujan disertai angin kencang di wilayah Jawa Barat, yang meningkatkan risiko pohon tumbang dan kecelakaan lalu lintas akibat minimnya jarak pandang di jalur berkelok tersebut.
Mitigasi Risiko di Jalur Rawan
Jalur Emplak selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling krusial bagi akses masuk ke objek wisata Pangandaran. Medannya yang membelah perbukitan dengan barisan pohon besar di sisi jalan menjadikannya area berisiko tinggi saat cuaca buruk melanda.
”Kami fokus pada pohon-pohon yang dahannya sudah condong ke jalan dan berpotensi patah jika dihantam angin kencang,” ujar perwakilan petugas di lapangan. Pemangkasan ini dilakukan untuk memastikan ruang bebas jalan tetap aman bagi kendaraan besar maupun sepeda motor.
Optimalisasi Penerangan Jalan
Selain pemangkasan pohon, tim teknis dari Dinas Perhubungan juga melakukan pengecekan dan perbaikan pada sejumlah titik PJU yang padam. Penerangan yang optimal dinilai sangat vital di jalur Emplak, mengingat kontur jalan yang didominasi tikungan tajam dan turunan curam.
Dengan berfungsinya kembali PJU, diharapkan risiko kecelakaan tunggal pada malam hari dapat ditekan secara signifikan, terutama saat jalanan licin akibat guyuran hujan.
Imbauan bagi Pengendara
Pihak BPBD Kabupaten Pangandaran turut mengimbau para pengguna jalan agar tetap waspada saat melintasi jalur hutan Emplak, terutama pada sore hingga malam hari.
”Masyarakat diminta menepi di tempat yang aman jika terjadi hujan badai yang sangat lebat dan tidak memaksakan melintas di bawah pepohonan besar guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah pihak BPBD.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pembersihan dan perbaikan fasilitas jalan masih terus dilakukan secara bertahap di titik-titik yang dianggap paling rawan.


