UI Klaim Tak Ada Kebocoran Fakta Pribadi yang Dijual ke Hacker
Jakarta – FalconFeeds melaporkan berlangsung pelanggaran data signifikan yang digunakan melibatkan Universitas Indonesia atau UI. Sistem keamanan siber itu mengatakan, salah satu anggota BreachForums (dark web) berhasil menyusup ke sistem data milik perguruan besar nomor satu di dalam Nusantara itu.
“Data itu mencakup informasi pribadi seperti nomor registrasi, nomor identifikasi, nama, tempat lahir, tanggal lahir, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, alamat, nomor telepon, email, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, kemudian sebagainya,” tulis akun @FalconFeedsio pada X, diambil pada Sabtu, 20 Juli 2024.
Dalam postingan tersebut, FlaconFeeds juga mengunggah bukti terdiri dari tangkapan layar. Gambar itu menunjukkan hacker dengan nama pengguna “Hana” berhasil menyusup ke laman Center for Independent Learning (CIL) pada Juli 2024. Informasi pribadi milik 10.936 pendatang itu diketahui telah terjadi bocor lalu dapat diambil secara gratis.
Menanggapi hal ini, Kepala Biro Humas serta Keterbukaan Berita Publik (KIP) UI, Amelita Lusia memaparkan pihak universitas sudah pernah mengecek dan juga menelusuri kebenaran informasi yang dimaksud secara cepat. Ia mengklaim tak ada ada indikasi kebocoran data yang tersimpan pada beberapa sistem yang dimiliki UI, termasuk data dari CIL.
“Pada kenyataannya kami tidaklah menemukan adanya data yang dimaksud bocor dari beraneka sistem kami, diantaranya dari CIL,” ucap Amelita melalui informasi tercatat pada Jumat, 19 Juli 2024.
Amelita berterimakasih menghadapi perhatian warga yang digunakan melaporkan dugaan ini. “Kejadian ini memacu kami untuk meningkatkan pengamanan terhadap sistem informasi kemudian data yang digunakan ada pada UI,” ucapnya.
Artikel ini disadur dari UI Klaim Tak Ada Kebocoran Data Pribadi yang Dijual ke Hacker



