MerahPutih.com – Lebih dari 100 juta orang akan mudik menggunakan berbagai moda transportasi pada saat Lebaran 2023.
Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan menjelaskan beberapa tujuan Operasi Ketupat 2023 untuk mengamankan mudik Lebaran tahun ini.
Baca juga
Sandiaga mengajak masyarakat untuk pulang mengkonsumsi kuliner dan produk lokal
Aan menjelaskan, dari hasil asesmen pada event Operasi Ketupat tahun-tahun sebelumnya, ditemukan beberapa hambatan arus lalu lintas.
“Untuk petugas lapangan melakukan berbagai rekayasa lalu lintas seperti counterflow ke satu arah,” kata Aan di Jakarta, Rabu (5/4).
Beberapa kendala tersebut adalah:
1. Adanya kendaraan yang tidak laik jalan (rusak) atau mogok di jalan.
2. Terdapat kendaraan yang merusak/memutus belok dan berpindah lajur/jalur pada saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas.
3. Masih adanya pengendara yang berhenti di jalan tol.
4. Arus lalu lintas yang lambat di depan lokasi rest area menyebabkan kemacetan.
5. Ada anomali bagi wisatawan untuk pergi.
6. Terdapat tol yang belum dimanfaatkan secara optimal.
7. Kapasitas tempat istirahat yang tidak dapat menampung pemudik.
8. Infrastruktur jalan arteri yang belum memadai, dan
9. Jalur arteri dan wisata perlu rekayasa lalu lintas.
Dengan adanya kendala tersebut, Aan menyampaikan beberapa cara agar nantinya polisi dapat bertindak di lapangan, seperti informasi yang nantinya akan lebih cepat disebarluaskan baik secara elektronik maupun melalui jejaring sosial.
Baca juga
Pelanggan Mudik Gratis DKI capai 28.000, Dishub ubah kapasitas bus
Dan akan dikeluarkan SKB (Keputusan Bersama) untuk memutuskan bagaimana mengatasi kerusuhan Kamseltibcar saat mudik.
Menurut Aan, aplikasi tersebut SATU ARAH juga akan dimulai dari Tol Cipali hingga KM 414 dari Gerbang Tol Kalikangkung.
“Untuk tol Cikampek akan diberlakukan counterflow saja, karena sudah ada penambahan satu lajur, jadi menurut perhitungan bisa dilakukan counterflow meski 2-3 lajur,” jelas Aan.
Aan menegaskan, tujuan operasi ketupat pada 2023 ini untuk memberikan kenyamanan dalam perjalanan, sehingga waktu tempuh menjadi lebih baik.
Seperti pembuatan Kamseltibcarlantas di jalan arteri, tol, dan wisata. Lalu memperlancar arus lalu lintas dan mengurangi angka kematian akibat kecelakaan.
Selain memastikan distribusi BBM dan logistik yang baik. Aan berharap Polri tidak bekerja sendiri.
“Kelancaran dan keamanan comeback 2023 harus kita kelola dengan baik,” pungkas Aan.
Nantinya, akan ada 148.211 personel gabungan yang dikerahkan untuk memastikan arus penyambutan Lebaran 2023.
Dan ada 2787 Pos Pelayanan, Pos Pengamanan dan Pos Terpadu yang disiapkan untuk 146.494 objek pengamanan seperti tempat ibadah, tempat wisata, jalur mudik dan tempat lainnya. (Knu)
Baca juga
136 unit CCTV dipasang di Pelabuhan Merak untuk memantau pemudik
