4 Fans Piala Dunia Pendukung Argentina yang Bersepeda 10.000 km Menuju Qatar, Kesulitan Mendapat Tiket Final
Penggemar Piala Dunia berduyun-duyun dari seluruh dunia setiap kali perhelatan olahraga empat tahunan yang mempertemukan tim nasional dari berbagai negara itu digelar, tak terkecuali Piala Dunia 2022.
Mereka datang untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan berbagai cara. Ini dapat dilakukan melalui darat, laut atau udara. Anda dapat memilih perjalanan ekonomis atau perjalanan mewah.
Tentu saja, dari sekian banyak penggemar Piala Dunia, ada cerita unik tentang bagaimana mereka hadir. acara sepak bola yang hebat ini.

Satu-satunya yang akan dianalisis dalam artikel ini adalah kisah para suporter Piala Dunia yang mendukung timnas Argentina dan rela mengayuh ribuan kilometer.
Mereka menempuh jarak sekitar 10.000 kilometer untuk mencapai negara tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar.
Kisah suporter Piala Dunia yang bersepeda hingga 10.000 km
Kisah kedatangan tak biasa suporter Piala Dunia ke Qatar diberitakan oleh media Timur Tengah UEA, The National, dalam berita pada 18 Desember pukul 18:04.
Ada empat suporter sepak bola yang mendukung timnas Argentina menyaksikan negaranya berlaga di Piala Dunia 2022 di Qatar bersepeda hingga jarak 10.000 km.
Mereka tidak bersepeda dari negara asalnya, Argentina, tetapi mereka bersepeda dari kota Cape Town yang terletak di negara Afrika Selatan.

Dari kota itu, mereka menempuh perjalanan melewati 15 negara hingga sampai di tujuan, Doha, ibu kota Qatar.
Jarak jauh membutuhkan waktu tempuh hingga enam bulan. Dengan kata lain, mereka sudah mengendarai sepeda sejak Juni 2022.
Para pesepeda membagikan perjalanannya di akun media sosial mereka, Todo A Pedal, di platform Instagram.

Salah satu pebalap, Leandro Pighi, mengatakan kepada The National: “Kami memulai petualangan ini pada bulan Mei dan ini merupakan perjalanan yang luar biasa.”
“Kami terbang dari Argentina ke Cape Town dan mulai bersepeda melalui Afrika dan Asia ke Qatar. Kami mengungkapkan semangat kami untuk sepak bola dan bernyanyi untuk tim di setiap pertandingan,” kata Pighi.
Mereka tiba tepat waktu sebelum dimulainya Piala Dunia 2022 dan akan menonton enam pertandingan Argentina sejauh ini.

Keenam pertandingan timnas Argentina yang mereka tonton adalah 3 pertandingan babak penyisihan dan 1 babak 16 besar, masing-masing 8 Besar dan semifinal.
Pengumuman. Gesek ke bawah untuk melanjutkan
Ketiga fans tersebut, selain Leandro Pighi yang sebelumnya sudah ditulis, dua lainnya bernama Lucas Ledezma dan Matias Vilaruel.
Selain mereka, sebenarnya masih ada lagi pebalap keempat bernama Silvio Gatti. Tapi Silvio Gatti terpaksa meninggalkan Qatar ke Australia untuk mengambil pekerjaan baru.
Kesulitan mendapatkan tiket final Piala Dunia 2022
Final Piala Dunia, termasuk Final Piala Dunia 2022, adalah pertandingan yang sangat ingin ditonton oleh para penggemar Piala Dunia.
Ngomong-ngomong, jika tim yang mereka dukung yang masuk final, tidak terkecuali para pesepeda ini.
Namun, animo yang besar dari para pecinta sepak bola membuat tiket final Piala Dunia 2022 tidak mudah didapat.
sebenarnya di setiap acara Dalam olah raga, ada calo yang menjual tiket secara tidak resmi, namun tentunya dengan harga yang melambung jauh melebihi harga normal.

Leandro Pighi berkata: “Kami ingin mendapatkan tiket untuk pertandingan tersebut [final] tapi sejauh ini belum ada tiket lagi [yang tersedia]. Kami sudah mencari tiket selama tiga hari.”
Pighi mengaku: “Ada tiket di pasar gelap, tapi harganya mahal. Kami ingin membeli tiket dengan harga resmi FIFA.”
Leandro Pighi berkomentar: “Tidak adil jika penggemar Argentina tidak memiliki tiket pertandingan”.
Dia berkata: “Kami mengikuti tim dari Argentina ke Doha dan kami di sini untuk mendukung mereka [dalam] stadion bukan di luar stadion”.
Saya berharap tim Argentina memenangkan Piala Dunia 2022
Rekan Leandro Pighi, Lucas Ledezma, mengomentari keramahan orang-orang di negara yang mereka kunjungi dan tuan rumah.
Ledezma berkata: “Orang-orang di seluruh Afrika dan Timur Tengah sangat murah hati kepada kami. Mereka menyambut kami dan membukakan pintu untuk kami.”
Leandro Pighi juga membenarkan pendapat Ledezma: “Orang-orang di sini sangat ramah, murah senyum dan menyambut kami setiap saat”, ujarnya.
“Mereka berbagi makanan, air dan menawari kami tempat untuk beristirahat dan mandi di rumah mereka”, kata Leandro Pighi.
Pighi mengaku dan berharap: “Qatar sangat hebat bagi kami. Dan kami berharap kami bisa [menyaksikan] judul malam pergi ke Argentina.
*Foto-foto dalam artikel dan tajuk artikel ini berasal dari instagram TODO A PEDAL


