Pabrikan mobil mendesain produk mereka agar bertahan minimal lima tahun untuk penggunaan sehari-hari. Setelah lima tahun, banyak suku cadang mobil yang mulai aus karena usia. Populasi suku cadang yang sedikit karena mobil langka, mobil rumit yang mudah rusak, atau korban kecelakaan adalah faktor-faktor yang bisa membuat mobil “dikubur” atau biasa disebut tempat barang rongsokan. Selanjutnya, gambar tempat barang rongsokan yang sudah berisi tumpukan mobil yang menjadi sampah. Hal ini perlu diantisipasi untuk menjaga kesehatan lingkungan melalui daur ulang kendaraan atau daur ulang mobil menjadi sesuatu yang tidak merusak lingkungan.
Editor:
Nurrohman Sidiq, Syahrul Muhammad Ghiffari
